Pikiran Rakyat
USD Jual 14.558,00 Beli 14.460,00 | Umumnya berawan, 24.6 ° C

Empat Peracik Miras Oplosan Maut Ditangkap

Ahmad Rayadie
Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Sukabumi, Nasriadi, Selasa, 10 April 2018, tengah memperlihatkan bahan miras oplosan yang menyebabkan enam orag warga tewas dan sebelas kritis.  Polisi berhasil menangkap empat orang pelaku pengedar minuman keras (miras) oplosan maut didua temat berbeda di wilayah kecamatan Palabuhanratu.*
Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Sukabumi, Nasriadi, Selasa, 10 April 2018, tengah memperlihatkan bahan miras oplosan yang menyebabkan enam orag warga tewas dan sebelas kritis. Polisi berhasil menangkap empat orang pelaku pengedar minuman keras (miras) oplosan maut didua temat berbeda di wilayah kecamatan Palabuhanratu.*

PALABUHANRATU, (PR).- Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Sukabumi, Selasa, 10 April 2018, berhasil menangkap empat pelaku pengedar minuman keras (miras) oplosan maut.

Sementara itu, korban miras oplosan maut terus bertambah. Kini korban telah mencapai enam orang tewas dan sebelas lainnya dalam kondisi kritis. 

Petugas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhanratu, masih terus berusaha menyelamatkan jiwa para korban. Observasi di ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya korban meninggal.

Petugas menangkap para pelaku pengedar dan peracik miras oplosan maut, setelah hasil penyelidikan dengan memintai keterangan sejumlah korban dan warga. Pelaku diketahui tidak hanya mendistribusikan, tapi juga menjual miras oplosan yang menyebabkan banyak warga meregang nyawa.

Selain menangkap RS (35), He (37), RF (35), dan GS (57) di dua tempat berbeda di wilayah Kecamatan Palabuhanratu, polisi pun berhasil menyita sejumlah barang bukti lainnya. Termasuk 1 jeriken thiner, biang whiskey, minuman bersoda, minuman suplemen, dan minuman penyegar.

Diduga kuat, barang bukti itu merupakan bahan yang digunakan untuk membuat miras oplosan. Bahan berbahaya yang dapat menimbulkan kematian bila dikonsumsi.

“Bayangkan saja, para pelaku tidak hanya  mencampur thiner yang biasa digunakan sebagai bahan pencampur cat. Tapi mencampur dengan biang whiskey dan sejumlah bahan-bahan lainnya,” kata Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Sukabumi, Nasriadi.

Nasriadi mengatakan para pelaku yang diamankan memiliki peran berbeda-beda. Selain menjadi penjual miras oplosan, beberapa pelaku ditangkap karena berperan sebagai peracik dan yang menyiapkan biang racikan miras oplosan.

“Karena itu, kami akan menelusuri siapa pelaku yang menjual barang racikan berbahaya itu,” katanya.

Gerakan tutup mulut



Nasriadi menjelaskan, para pelaku menjual miras oplosan secara sembunyi-sembunyi. Bahkan terindikasi tempat produksi miras oplosan berbahaya dilakukan di perkampungan yang berada jauh dari pusat kota dan pemukiman warga lainnya.

"Mereka meracik dilakukan secara sembunyi-sembunyi di sebuah tempat yang jauh dari pemukiman penduduk,” katanya.

Begitupun distribusi yang dilakukan, kata Nasriadi, dilakukan dengan menggunakan gerakan tutup mulut. Para pembeli yang biasanya dilayani merupakan pelanggan tetap saja.

Pelaku menjual miras oplosan seharga Rp. 25 ribu hingga Rp. 30 ribu per bungkus plastik.

“Baik antara pembeli dan penjual melakaukan gerakan tutup mulut. Mereka hanya menjual pada pelanggan tetap saja,” katanya.

Nasriadi mengatakan para pelaku terancam dijerat dengan pasal berlapis. Selain akan menjerat dengan Undang-Undang (UU) tentang kesehatan.

Keempat pelaku akan memperoleh sanksi serupa UU Perlindungan Konsumen dan KUHPidana. "Mereka terancam hukuman penjara selama lima tahun,” kataya.***

Bagikan: