Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Cerah berawan, 25.6 ° C

Kecelakaan Tanjakan Emen, Sopir Elf Jadi Tersangka

Yusuf Adji
Polisi melakukan olah TKP usai kecelakaan tunggal kendaraan Mini bus (Isuzu Elf) di Jalur Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat, Senin, 12 Maret 2018 lalu. Kecelakaan mini bus yang terjadi di jalur Tanjakan Emen yang memiliki panjang sekitar 3 KM tersebut mengakibatkan korban 4 orang luka berat dan 12 orang luka ringan yang merupakan rombongan wisata dari Tangkuban Perahu menuju Indramayu.
Polisi melakukan olah TKP usai kecelakaan tunggal kendaraan Mini bus (Isuzu Elf) di Jalur Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat, Senin, 12 Maret 2018 lalu. Kecelakaan mini bus yang terjadi di jalur Tanjakan Emen yang memiliki panjang sekitar 3 KM tersebut mengakibatkan korban 4 orang luka berat dan 12 orang luka ringan yang merupakan rombongan wisata dari Tangkuban Perahu menuju Indramayu.

SUBANG, (PR).- Sopir mobil elf travel bernopol E 7548 BA yang mengalami kecelakaan tunggal di Tanjakan Cicenang Desa/Kecamatan Ciater Kabupaten Subang ditetapkan menjadi tersangka. Pasalnya tersangka ternyata merupakan sopir tembak, bukan sopir yang biasa mengemudikan mobil tersebut. 

Akibat kecelakaan yang membuat belasan orang mengalami luka-luka tersebut, tersangka diancam hukuman penjara lima tahun.

"Mobil itu sewaan dari jasa rental. Sopirnya bukan yang biasa mengemudikan mobil itu, tapi sopir tembak. Sehari harinya dia menggunakan mobil bak terbuka," kata Kapolres Subang Muhammad Joni didampingi Kasatlantas Budhi Hendratno, Rabu, 14 Maret 2018.

Joni mengatakan, saat diperiksa sopir mengaku diminta mengemudikan mobil rental itu oleh pemilik rumah makan di Indramayu, untuk mengantar karyawannya wisata ke gunung tangkuban parahu. 

Bukti lainnya, tersangka juga baru memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) Sopir Mobil B1 pribadi. Padahal mobil itu seharusnya menggunakan SIM B1 Umum.

“Kalau melihat kondisi mobil sebenarnya masih bagus. Mobil itu diproduksi tahun 2016 dan hasil uji KIR juga layak jalan,” katanya.

Dikatakannya, selain itu ditemukan pula sejumlah bukti kuat pada saat olah TKP yang dilakukan pasca kejadian. Misalnya, dari jarak 50 meter sebelum lokasi mobik terguling ada bekas pengereman, lebih banyak menggunakan rem tangan.

Kecepatan laju mobil saat melewati turunan diperkirakan 70 kilometer per jam. Kemudian saat melewati jalan belok tajam dan menurun, ketika perseneling tiga hendak dipindah ke dua berbarengan dengan rem tangan terlalu kuat.

"Akibatnya membuat laju mobil oleng melebar ke kiri sampai akhirnya terguling dan menghantam tebing. Akibat kelalaian sopir itu terancam lima tahun penjara," ujarnya.

Seperti diketahui,  kecelakaan mobil elf trafel yang terguling di tanjakan cicenang Senin kemarin menyebabkan 16 orang termasuk sopir mengalami luka luka. Dari 16 korban luka luka itu, tujuh mengalami luka berat dan 9 luka ringan.***

Bagikan: