Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sedikit awan, 23.4 ° C

Pesepeda Keluhkan Jalur Sepeda Jadi Lahan Parkir Mobil

Ahmad Rayadie
SEJUMLAH kendaraan roda empat tengah berparkir di Jalan Veteran,Kota Sukabumi, Jumat 9 Maret 2018 di aera jalur bersepeda. Kini para penggiat warga bersepeda, sangat  menyesalkan lintasan aman bersepeda kini di invansi para pengguna kendaraan roda empat. Mereka memarkirkan kendaraannya, persis dilintasan jalur bersepeda sehingga menyulitkan saat melakukan aktivitas.*
SEJUMLAH kendaraan roda empat tengah berparkir di Jalan Veteran,Kota Sukabumi, Jumat 9 Maret 2018 di aera jalur bersepeda. Kini para penggiat warga bersepeda, sangat menyesalkan lintasan aman bersepeda kini di invansi para pengguna kendaraan roda empat. Mereka memarkirkan kendaraannya, persis dilintasan jalur bersepeda sehingga menyulitkan saat melakukan aktivitas.*

SUKABUMI, (PR).- Para pesepeda Kota Sukabumi menyesalkan lintasan aman bersepeda kini diinvansi para pengguna kendaraan roda empat. Mereka memarkirkan kendaraannya, persis di lintasan jalur sepeda sehingga menyulitkan saat melakukan aktivitas.

Mereka meminta Dinas Perhubungan (Dishub) memasang rambu-rambu peringatan larangan jalur tersebut agar tidak dipakai parkir. Baik sepeda motor mapun mobil.

Pesepeda menilai pemerintah terkesan setengah hati utuk memfasilitasi kegiatan bersepeda. “Kalau memang tidak, lebih baik jalur bersepada di hapuskan saja. Daripada mubazir karena dipakai parkir kendaraan. Sementara angggaran untuk pengadaan jalur sepeda tersebut tidaklah kecil,” kata Pegiat Bersepeda Kota Sukabumi, Mohamad Soleh.

Sebenarnya, kata Mohamad Soleh, hak pesepeda sudah lama terganggu. Bahkan sudah berulangkali menyampaikan keluhan kedinas terkait. Tapi upaya yang dilakukan masih belum membuahkan hasil. “Malahan areal tersebut semakin menjadi-jadi dipergunakan parkir kendaraan roda dua,” katanya.

Pengamat Sosial Kota Sukabumi, Maria Tirta Wiyata pun turut memantau, hanya sedikit rambu larangan parkir di sepanjang jalur sepeda.  Jalur tersebut membentang sepanjang 4 kilometer di Kota Sukabumi.

“Baru sebagian ruas saja yang terdapat tanda larangan parkir. Sepertinya tidak cukup untuk mengimbangi kualitas ketaatan hukum masyarakat di daerah kita. Akibatnya, masih ada warga yang memarkirkan kendaraannya di jalur sepeda,” katanya.

Tidak ada sanksi bagi pelanggar



Maria Tirta Wiyata mengatakan seharus pemerintah untuk segera memasang sejumlah rambu larangan parkir. Keberadaannya, bisa saja dijadikan alat untuk memaksa masyarakat mentaati aturan tentang larangan parkir di jalur khusus sepeda. “Apalagi berdasarkan aturan tersebut, mereka yang melanggar ketentuan tersebut terancam kena sanksi,” katanya.

Dia mengatakan sangat menyesalkan pemberlakuan jalur khusus sepeda, seperti kekurangan perangkat atura. Seharusnya dibuat jenis sanksi yang dapat diterima oleh pemilik mobil dan motor yang memarkirkan kendaraannya di jalur khusus sepeda.

“Seperti yang kita ketahui bersama law enforcement hanya dapat berjalan jika ada perangkat aturannya dan ada pengawasan dalam pelaksanaannya,” katanya.

Sebenarnya, kata  Maria Tirta Wiyata  memberaikan mengapresiasi kebijakan pemberlakuan jalur khusus sepeda tersebut, terlebih dengan target pengembangan pariwisata di Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Apalagi keberadaannya bisa dijadikan daya tarik bagi wisatawan. “Tidak menutupkemungkinan Sukabumi sebagai kota bersepeda dapat dijadikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” katanya.

Kepala Dishub Kota Sukabumi Abdul Rachman menyatakan, jajarannya telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah kendaraan bermotor terparkir di jalur sepeda. “Tapi terguran yang dilontarkan para petugas kepada para pemarkir mobil di jalur sepeda dianggap angin llu,” katanya. ***

Bagikan: