Pikiran Rakyat
USD Jual 14.538,00 Beli 14.440,00 | Cerah berawan, 21.2 ° C

Kapolda: Jangan Sampai Konflik Suriah Terjadi di Indonesia

Mochammad Iqbal Maulud
KAPOLDA Jabar Agung Budi Maryoto didampingi oleh Plt Bupati Purwakarta Dadan Koswara dan Kapolres Purwakarta Dedy Tabrani di Taman Maya Datar, Komplek Setda Kabupaten Purwakarta pada Kamis 8 Maret 2018.*
KAPOLDA Jabar Agung Budi Maryoto didampingi oleh Plt Bupati Purwakarta Dadan Koswara dan Kapolres Purwakarta Dedy Tabrani di Taman Maya Datar, Komplek Setda Kabupaten Purwakarta pada Kamis 8 Maret 2018.*

PURWAKARTA, (PR).- Kapolda Jabar Agung Budi Maryoto meminta pada para ulama dan tokoh masyarakat Kuntuk memberikan ceramah yang menyejukkan. Selain itu masyarakat pun diminta untuk saling menghormati satu sama lain, meski berbeda agama dan suku.

"Pada era media sosial seperti ini, fitnah atau ujaran kebencian mudah sekali‎ menyebar. Jangan sampai hal yang terjadi di Suriah terjadi di Indonesia, ini karena fitnah-fitnah tersebut," ujar Agung di Taman Maya Datar, Komplek Setda Kabupaten Purwakarta pada Kamis 8 Maret 2018.

Selain Suriah, lanjut Agung‎ kini akibat fitnah di media sosial, Bangladesh dalam keadaan darurat. Di sana menurutnya kini bisa terjadi perang antar pemeluk Islam dan Budha. "Padahal hal tersebut bisa dihindari jika kita saling menghormati. Beruntung di Indonesia ada FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama)," ucap Kapolda Jabar.

Oleh karenanya kata Agung, harus ada tindakan-tindakan preventif untuk menghindari konflik ini. "Teruslah memberikan pengarahan pada generasi muda bahwa kita adalah bangsa yang besar. Selain itu berikanlah penjelasan dari Bhinneka Tunggal Ika. Sehingga dengan demikian kita bisa menghindari perpecahan di Negara tercinta kita ini," ujarnya.

‎Polisi harus netral



Di lain hal bertepatan dengan Pilkada Serentak 2018, Agung meminta agar anggota kepolisian  untuk netral. Jika tidak‎ ia akan menindak tegas anggotanya.  Agung juga telah memerintahkan semua jajarannya, di polda hingga ke polsek untuk tidak bermain-main dengan politik.

"Sudah saya perintahkan dan lebih dari 10 kali saya katakan. Kalau ada anggota Polri yang tidak netral, silahkan laporkan, langsung saya proses," kata Kapolda Jabar.

Agung juga menjelaskan, bahwa tugas kepolisian saat pilkada ialah mengamankan demokrasi. "Kami akan mengawal proses demokrasi agar bisa berjalan dengan baik. Tentunya diharapkan tidak ada pelanggaran hukum yang terjadi," ucapnya.

Agung pun meminta kepada masyarakat, KPU dan panwaslu untuk bisa turut membantu kinerja polri. Jika mendapati ada anggotanya yang tidak netral atau 'bermain' pada pikada ini, harus segera dilaporkan. "Kalau ada indikasi tidak netral saya minta masyarakat untuk segera laporkan kepada saya," ujarnya.‎***

Bagikan: