Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Umumnya berawan, 25.3 ° C

Ketika Penumpang KRL Meragukan Ridwan Kamil

Muhammad Irfan
CALON gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berbincang dengan warga di KRL Commuter Line Jakarta Kota-Cikarang, Selasa 27 Februari 2018.*
CALON gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berbincang dengan warga di KRL Commuter Line Jakarta Kota-Cikarang, Selasa 27 Februari 2018.*

JAKARTA, (PR).- Kehadiran Ridwan Kamil di KRL Commuter Line Jakarta Kota-Cikarang, Selasa 27 Februari 2018, menghebohkan para penumpang. Beragam reaksi pun diperlihatkan oleh para penumpang kepada Ridwan yang naik dari Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, dalam agenda blusukan ke Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Kebanyakan dari mereka langsung menyapa, bersalaman, dan secara bergantian meminta untuk berfoto bersama. Namun, ada juga yang beberapa kali memastikan apakah orang yang mereka temui adalah Ridwan Kamil asli atau bukan.

"Ini asli bukan ya? Ah palsu deh ini mah. Saya lihat di TV ada yang mirip Ridwan Kamil," kata salah seorang penumpang yang mengaku bernama Uu.

Ridwan Kamil pun tersenyum. "Coba tebak, saya KW atau asli," ujarnya.

Tak lama kemudian Uu pun berbalik dan memastikan kalau orang yang dia temui adalah Ridwan Kamil yang asli. "Eh tapi asli ya? Foto dulu dong pak," katanya yang disambut oleh riuh tawa penumpang lainnya yang mendengar percakapan ini.

Ada juga yang tidak menyangka bisa bertemu Ridwan Kamil. "Tadi pas liat Facebook, eh liat live-nya. Kayaknya di KRL ini. Langsung deh saya samperin, tahunya bener Kang Emil," kata penumpang bernama Heri yang mengaku puas bisa berfoto dengan Kang Emil.

Menurut Ridwan Kamil, naik KRL itu memang seru karena bisa silahturahmi dengan semua golongan. Ada karyawan, mahasiswa, pegawai, guru, hingga ibu rumah tangga.

"Di Amerika, juga begitu, kalau kita naik kereta, kita bertemu dengan semua golongan, mulai dari orang kaya, menengah, hingga kelas bawah," ujar pria yang pernah menetap di Amerika itu.

Pasar Cikarang



Di Cikarang, Ridwan Kamil bekunjung ke Pasar Cikarang sekaligus menyerap aspirasi para pedagang di sana. Tindakan itu disebutnya sebagai program Belanja Masalah selama masa kampanye. Menurut Ridwan, sama seperti problem pasar di daerah lainnya, Pasar Cikarang juga masih dipenuhi oleh masalah klasik seperti pasar yang kumuh dan minimnya pembeli.***

Bagikan: