Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Sedikit awan, 22.6 ° C

Tim Sukses Ini Pernah Ungkapkan Dugaan Ketidakprofesionalan Komisioner KPU Garut

Rani Ummi Fadila
Didin Wahidin (duduk bertiga paling kiri) menyatakan pernah ditawari bantuan dukungan kartu tanda penduduk yang diperlukan paslon independen oleh seorang komisioner KPU, Selasa 20 Februari 2018. Tawaran itu diterima Didin dan telah dilaksanakan.*
Didin Wahidin (duduk bertiga paling kiri) menyatakan pernah ditawari bantuan dukungan kartu tanda penduduk yang diperlukan paslon independen oleh seorang komisioner KPU, Selasa 20 Februari 2018. Tawaran itu diterima Didin dan telah dilaksanakan.*

GARUT, (PR).- Dugaan ketidakprofesionalan seorang komisioner Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Garut pernah diungkapkan ketua tim sukses pasangan bakal calon bupati dari jalur independen yaitu Soni Sondani-Usep Nurdin. Didin Wahidin, ketua tim sukses paslon tersebut, mengaku pernah ditawari bantuan dukungan berupa kartu tanda penduduk oleh komisioner KPU.

Didin mengungkapkan hal itu dalam sidang gugatan yang diajukan Agus Supriadi, Selasa malam 20 Februari 2018. Sebagai paslon dari jalur independen, Soni-Usep membutuhkan dukungan berupa KTP sebanyak 117.346 lembar.

Sebelum penetapan calon bupati garut, Didin pernah bertemu salah seorang komisioner KPU Kabupaten Garut. Kemudian, komisioner KPU Kabupaten Garut tersebut menawarkan pemberian bantuan dukungan dalam bentuk kartu tanda penduduk yang menjadi syarat calon bupati perseorangan maju Pilkada.

Tawaran itu diterima Didin dan telah dilaksanakan. "Komisioner KPU menawarkan dukungan dalam bentuk KTP. Kami sudah kerjakan," ucap Didin saat sidang.

Namun, ia enggan menyebutkan siapa komisioner KPU yang dimaksud. Beberapa kali Didin pun menyebut bahwa penetapan calon bupati sudah dikondisikan oleh KPU Kabupaten Garut.

Menanggapi kesaksian itu, Komisioner KPU Kabupaten Garut, yang hadir dalam musyawarah, Reza Alwan mengatakan, menyerahkan penyelesaian hal itu pada jalur yang berlaku. "Prinsipnya kami serahkan kepada prosedur. Kalau memang seperti itu dilaporkan saja. Lapor jalurnya ke Panwaslu," ucap Reza.

Polda Jabar telah mengamankan seorang komisioner KPU Kabupaten Garut bernama Ade Sudrajat dengan dugaan gratifikasi untuk meloloskan calon bupati garut. Sabtu, 24 Februari 2018, diamankan pula Ketua Panwaslu Kabupaten Garut Heri Hasan Basri. Polisi juga sudah mengamankan pemberi suap yang berinisial Dd.***

Bagikan: