Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 20.9 ° C

Kasus Pilbup Garut Berkembang, Siapa Lagi yang Mendapat Suap?

Rani Ummi Fadila
KPU Kabupaten Garut menyelenggarakan rapat pleno hasil verifikasi faktual dukungan kartu tanda penduduk bakal calon bupati independen, Jumat 9 Februari 2018. Dalam rapat itu, seluruh panitia pemilihan kecamatan membacakan hasil perolehan dukungan berupa KTP bakal calon bupati independen di kecamatan masing-masing.*
KPU Kabupaten Garut menyelenggarakan rapat pleno hasil verifikasi faktual dukungan kartu tanda penduduk bakal calon bupati independen, Jumat 9 Februari 2018. Dalam rapat itu, seluruh panitia pemilihan kecamatan membacakan hasil perolehan dukungan berupa KTP bakal calon bupati independen di kecamatan masing-masing.*

GARUT, (PR).- Kisruh di Pilbup Garut 2018 terus berkembang. Didin Wahidin, anggota tim sukses bakal pasangan calon bupati Soni Sondani-Usep Nurdin ternyata tak hanya diduga memberikan sejumlah uang kepada komisioner KPU Kabupaten Garut. Ia juga diduga memberi suap kepada sejumlah panitia pemilihan kecamatan (PPK).

Didin kini sudah ditetapkan sebagai tersangka selaku pemberi suap kepada Komisioner KPU dan Ketua Panwaslu Kabupaten Garut. Didin sempat bersaksi saat persidangan gugatan Agus Supriadi, bahwa ia pernah ditawari sejumlah kartu tanda penduduk oleh komisioner KPU.

Selain saat sidang, kepada tim sukses Agus Supriadi, Didin mengungkapkan bahwa ia juga memberi sejumlah uang kepada sejumlah PPK. Hal itu dikatakan Wakil Sekretaris DPC Demokrat Kabupaten Garut Budi Rahadian yang merupakan tim advokasi Agus Supriadi.

Berdasarkan cerita Didin, kata Budi, beberapa PPK yang menerima uang pelicin itu berlokasi di Garut selatan. Didin pun sempat memperlihatkan bukti transfer uang pelicin kepada tim Agus Supriadi.

"Ada yang (diberi) satu juta rupiah. Ada yang bertahap beberapa kali (diberi). Ada yang dua kali," ucap Budi kepada "PR" di Garut, Senin 26 Februari 2018.

Pemberian uang itu diduga untuk mengkondisikan proses verifikasi faktual dukungan kartu tanda penduduk yang menjadi syarat calon bupati jalur independen.

Beli KTP



Sebelumnya, saat sidang gugatan Agus Supriadi, Selasa 20 Februari 2018, Didin pun mengungkapkan di depan hadirin sidang bahwa ia ditawari KTP oleh seorang komisioner KPU. KTP dari komisioner KPU itu ternyata dibeli.

Budi menambahkan, Didin pernah bercerita bahwa ia sudah siap dengan segala konsekuensi atas sikapnya membongkar dugaan ketidakprofesionalan seorang komisioner KPU. Didin merasa sakit hati bakal calon bupatinya yakni Soni Sondani-Usep Nurdin tidak diloloskan sebagai calon bupati Garut oleh KPU Kabupaten Garut. Padahal, ia sudah mengeluarkan sejumlah uang.

Atas dugaan pemberian uang kepada sejumlah PPK, Ketua KPU Kabupaten Garut Hilwan Fanaqi akan menelusuri informasi tersebut. 

Sementara itu, bakal calon bupati garut yang tidak lolos, Soni Sondani hingga saat ini belum merespons permintaan konfirmasi yang diajukan "PR" mengenai pengakuan tim suksesnya Didin Wahidin.***

Bagikan: