Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sedikit awan, 25.1 ° C

Tanggul Jebol, Sawah Siap Panen Terendam Banjir

Nurhandoko

BANJAR, (PR).- Tanggul saluran sungai Cijurai , Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar jebol diterjang banjir. Kejadian tersebut mengakibatkan persawahan siap panen di sekitarnya hancur, dan sebagian tanaman lainnya rebah.

Pantauan di lokasi, Rabu 21 Februari 2018 titik tembok yang jebol sepanjang 10 meter dan tinggi 1,5 meter. Beberapa bagian tembok lain di sekitarnya juga retak serta dikhawatirkan ambruk. Lokasi tersebut tidak jauh dari Rawa Onom yang saat ini permukanan airnya naik hingga menenggelamkan sebagaian areal persawahan.

Kuatnya terjangan banjir tampak dari bebatuan besar pondasi tembok telempar masuk persawahan. Sebagian tanah juga menimbun tanaman padi di sawah yang siap panen. Di beberapa titik kedalaman air di sawah mencapai satu meter.

Kejadian tersebut juga menyebabkan pipa saluran air putus, hingga mengakibatkan terhentinya pasokan ke tandon air.  Lokasi tersbeut juga tidak jauh dari bagian tanggul yang pada awal Januari 2017 jebol akibat diterjang banjir.

“Kejadiannya saat turun hujan lebat pada Senin 19 Februari 2018 malam. Saya kaget ketika hendak mengambil air, ternyata tandon kosong. Selain itu itu  air sungai menyusut, padahal sebelumnya banjir, ternyata air masuk persawahan,” ungkap Udin (65)

Warga Siluman Baru yang tinggal tidak jauh dari lokasi tanggul yang jebol itu menambahkan,  akibat diterjang banjir, areal persawahan milik Ny. Dede yang persis di belakang tanggul yang jebol, rusak. Bahkan tidak sedikit yang rebah dan tertimbun tanah.

“Otomatis tanaman hancur, banjirnya sangat besar. Banyak tanaman yang tidak bisa diselamatkan, hancur. Jika tidak segera diperbaiki sawah di sekitarnya juga terancam,” katanya.

Tanggul darurat



Mengantisipasi kerusakan semakin meluas, Udin yang dibantu Iwan, bersma-sama membuat tanggul darurat. Timbunan batu bekas pondasi dan tempok yang hancur digunakan sebagai tanggul darurat. Namun demikian hal tersebut hanya sebatas mengurangi kencangnya aliaran air yang masuk ke persawahan.

“Kalau tidak dibuat tanggul darurat aliran air bakal merusak persawahan lain yang saat ini juga terancam banjir. Sebenarnya lebih mudah membuat tanggul darurat dengan kaerung berisi tanah, akan tetapi kan barangnya tidak ada,” tuturnya.

Dia juga mengungkapkan tidak jauh dari tanggul yang saat ini jebol, kondisi serupa juga terjadi di titik lainnya. Pada saat itu, lanjut Udin, juga dibuat tanggul darurat dari tumpukan karung berisi tanah. Saat ini lokasi tersebut juga kembali bterancam karena terdapat rongga besar di bawahnya.

“Tanggul yang dulu jebol sudah diperbaiki dengan kembali dipasang tembok. Akan tetapi sekarang kondisinya juga terancam, karena ada lubang di bawah pondasi. Kami juga berharap tanggul yang jebol dapat segera diperbaiki,” kata Udin.***

Bagikan: