Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 24.7 ° C

BEM Universitas Indonesia Bantah Ketuanya Zaadit Taqwa Enggan Berangkat ke Asmat

Bambang Arifianto
MAHASISWA Universitas Indonesia berunjuk rasa di depan Stasiun UI, Kota Depok, Jumat 2 Februari 2018. Unjuk rasa mahasiswa hingga pemberian kartu kuning mewarnai kedatangan Presiden Joko Widodo dalam peringatan Dies Natalis ke-68 UI di Kota Depok.*
MAHASISWA Universitas Indonesia berunjuk rasa di depan Stasiun UI, Kota Depok, Jumat 2 Februari 2018. Unjuk rasa mahasiswa hingga pemberian kartu kuning mewarnai kedatangan Presiden Joko Widodo dalam peringatan Dies Natalis ke-68 UI di Kota Depok.*

DEPOK, (PR).- Koordinator Bidang Sosial Politik BEM Universitas Indonesia Averous menampik Ketua BEM Universitas Indonesia Zaadit Taqwa enggan ikut ke Asmat. Padahal Tim Bantuan UI yang ikut berpartisipasi sudah berangkat ke Ke Asmat, Papua.

"Harus disadari bahwa BEM Universitas Indonesia bukan cuma Zaadit. Terus, ketika Zaadit tidak berangkat bukan berarti dia tidak berminat ke sana. Karena memang sudah ada pembagian tugas sudah ke Wakil Ketua BEM Idmand Perdina (yang berangkat dalam tim bantuan ke Asmat)," ujar Averous saat dihubungi, Jumat, 16 Februari 2018.‎

Menurutnya, Zaadit Taqwa pun merupakan inisiator dalam pengiriman tim bantuan ke Asmat. Zaadit, lanjutnya, juga menggalang donasi atau bantuan bagi warga Asmat yang terkena gizi buruk. Dia menambahkan, keberangkatan Tim UI Peduli masih merupakan assesment atau penilaian awal.

"Ada kemungkinan kita juga berangkat ke sana untuk kedua kalinya," kata Averous. Dalam keberangkatan kedua, tuturnya, tak tertutup kemungkinan Zaadit Taqwa ikut serta. Averous kembali menekankan, tidak ikut sertanya Zaadit hanya persoalan pembagia tugas di internal BEM UI.

Seperti diketahui, ‎setelah insiden kartu kuning kepada Presiden Joko Widodo, Universitas Indonesia mengirimkan tim bantuan ke Kabupaten Asmat, Papua. Tim bernama UI Peduli tersebut akan melakukan aksi pengabdian masyarakat 16-22 Februari 2018. Namun, Ketua BEM UI Zaadit Taqwa tak ikut serta dalam rombongan tersebut.

Respons cepat



Tim melakukan perjalanan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Moses Kilangin Timika. Tim berjumlah 24 orang yang dikoordinasi Direktorat Riset & Pengabdian Masyarakat (DRPM) UI.  Rombongan merupakan gabungan dari unsur Majelis Wali Amanat UI, Ikatan Alumni UI, Direktorat Kemahasiswaan, tim dokter Fakultas Kedokteran UI, pakar akademisi dari berbagai fakultas di UI, K3L, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM UI), dan Resimen Mahasiswa (Menwa).

"Ini upaya respons cepat dari kami terhadap permasalahan di Papua. Ini juga sebagai upaya pendekatan multidisiplin dari kami untuk merumuskan solusi jangka menengah dan panjang untuk permasalahan Papua,” ujar Profesor Heri Hermansyah selaku Direktur DRPM UI dalam keterangan tertulis, Jumat sore.

Tim dokter yang dikirim terdiri dari spesialis anak, dokter umum, ahli gizi, dan tenaga biomedik. Ikatan Alumni Fakultas Teknik UI juga memberikan bantuan berupa Tabung Listrik (Talis) untuk membantu distribusi listrik ke daerah-daerah Papua.

Namun, Zaadit tak ikut serta dalam rombongan. Sebelumnya, dia mengkritik Presiden Jokowi karena gizi buruk yang terjadi di Asmat. Zaadit juga membuat aksi simbolik memberi kartu kuning di depan Jokowi saat peringatan Dies Natalis UI ke-68 beberapa waktu lalu.***

Bagikan: