Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sebagian cerah, 19.6 ° C

Meski Belum Selesai, Kontraktor Klaim Jalur Puncak Bisa Dibuka Kamis

Shofira Hanan
SEJUMLAH pekerja proyek menyelesaikan perbaikan di area Puncak Pass, Puncak, Kabupaten Cianjur, Selasa, 13 Februari 2018. Pengerjaan proyek amblasnya sejumlah ruas jalan di wilayah itu terkendala cuaca ekstrem. Namun, kontraktor menjanjikan jalur dapat segera dilalui seperti semula.*
SEJUMLAH pekerja proyek menyelesaikan perbaikan di area Puncak Pass, Puncak, Kabupaten Cianjur, Selasa, 13 Februari 2018. Pengerjaan proyek amblasnya sejumlah ruas jalan di wilayah itu terkendala cuaca ekstrem. Namun, kontraktor menjanjikan jalur dapat segera dilalui seperti semula.*

CIANJUR, (PR).- Kontraktor perbaikan area Puncak Pass mengklaim jalur menuju Puncak bisa dibuka Kamis, 15 Februari 2018 mendatang. Perbaikan Jalur Puncak di area ambrolnya sejumlah ruas dekat area hotel tersebut belum selesai. Namun, pembukaan jalur (open traffic) bagi kendaraan diperkirakan sudah dapat dilakukan.

Pelaksana Lapangan PT Wijayakarta Riswandi mengatakan, kondisi area tersebut memungkinkan untuk digunakan seperti semula tanpa mengganggu proses pengerjaan perbaikan wilayah yang ambrol sedalam 18 meter itu.

Mengingat akan long weekend, maka jalur kami usahakan bisa clear Kamis depan. Sementara pengerjaan masih berlanjut, dipastikan lalu lintas dan proyek tidak menganggu satu sama lain,” kata dia ditemui di Puncak Pass, Selasa, 13 Februari 2018.

Riswandi menambahkan, saat ini pekerjaan memasuki tahap pemasangan pancang dan bronjong. Hanya saja, proses tersebut terkendala cuaca yang cukup ekstrem. Hujan yang terus turun disertai kabut yang tebal di sepanjang jalur perbaikan.

Perbaikan selesai tiga pekan



Melihat kondisi tersebut, ia pun menargetkan proyek dapat diselesaikan dua hingga tiga pekan mendatang. Sementara ini, pengendara roda dua yang melintas pun mengandalkan bahu jalan yang diperluas untuk meminimalkan risiko kecelakaan.

”Tapi kalau cuaca membaik, kami juga bisa bekerja lebih cepat. Kalau tidak ada kendala, akan diusahakan tiga pekan selesai atau lebih cepat dari itu,” katanya.

Dibukanya kembali jalur Puncak disambut positif Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cianjur. Pasalnya, pascapenutupan jalur penghubung kota-kota besar itu, geliat perekonomian di kawasan Puncak hingga Cipanas terus melemah.

Ketua PHRI Cianjur Nano Indrapraja mengatakan, lebih dari sepekan sekitar 37 pengusaha hotel, restoran, maupun lokasi wisata yang tersebar di Puncak dan Cipanas mengalami kerugian karena minimnya jumlah kunjungan.

”Bisa ditaksir kerugian hotel, resto, maupun lembaga pendidikan hotel mencapai Rp 1,5 miliar per hari. Tidak ada tamu sama sekali, bahkan pihak pengusaha juga harus pintar-pintar menekan pengeluaran,” ujar Nano.

Harus berhemat



Ia menjelaskan, dampak penutupan jalur Puncak pun cukup signifikan secara perseorangan. Soalnya, karyawan hotel dan restoran hingga saat ini dirumahkan sementara untuk penghematan.

Oleh karena itu, rencana pembukaan jalur menjelang akhir pekan pun menjadi angin segar bagi pengusaha terkait. Terlebih, sentra usaha di bidang perhotelan, kuliner, dan wisata tersebut diharapkan dapat kembali beroperasional seperti biasanya.

”Bukan memaksakan jalan supaya bisa dilewati. Kami juga tidak mau ambil risiko, tapi karena kondisi pembukaan dinilai memungkinkan, kami hanya menyambutnya secara positif saja,” ujarnya.

Nano juga segera memberikan sosialisasi kepada para pengusaha untuk mempersiapkan diri menjelang dibukanya jalur Puncak. Diharapkan, pembukaan tersebut dapat berjalan lancar karena cukup dikhawatirkan perekonomian setempat terus menurun jika jalur terus ditutup. Apalagi, sebelumnya terdapat informasi jika penutupan akan diperpanjang hingga sebulan ke depan.

Puncak II



Sementara itu, ditemui saat meninjau lokasi Puncak Pass, Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, musibah yang terjadi di jalur Puncak I sepekan yang lalu harus bisa menjadi pelajaran bagi banyak pihak. Terlebih, banyak aspek yang terdampak terjadinya musibah hingga saat ini.

”Alhamdulillah, semoga ini (bencana) menjadi hikmah. Setelah terjadi musibah dan melihat kondisi jalur Puncak I, kabarnya sekarang ada percepatan pembangunan Puncak II,” kata Herman.

Menurut Herman, percepatan pembangunan tersebut diwacanakan akan dilakukan dalam waktu dekat. Pasalnya, secara tidak disadari banyak pihak mulai membutuhkan akses alternatif jika sewaktu-waktu musibah terjadi seperti sekarang.

”Jadi, nantinya ada dua jalan yang bisa digunakan untuk mengakses ke Cianjur. Ataupun dari Cianjur menuju ke Bogor maupun Jakarta,” ujarnya.***

Bagikan: