Pikiran Rakyat
USD Jual 14.558,00 Beli 14.460,00 | Umumnya berawan, 19.9 ° C

Pilbup Garut 2018, Agus Supriadi Terganjal Ketiadaan Surat dari Bapas

Rani Ummi Fadila
Tim pengusung Agus Supriadi dan Imas Aan Ubudiyah mengungkapkan keberatannya terkait tidak ditetapkannya pasangan tersebut sebagai calon bupati dan wakil bupati garut, saat rapat pleno di Gedung Intan Balarea, Senin 12 Februari 2018. Gagalnya Agus maju Pilkada 2018 karena terganjal surat keterangan dari Balai Pemasyarakatan Garut.*
Tim pengusung Agus Supriadi dan Imas Aan Ubudiyah mengungkapkan keberatannya terkait tidak ditetapkannya pasangan tersebut sebagai calon bupati dan wakil bupati garut, saat rapat pleno di Gedung Intan Balarea, Senin 12 Februari 2018. Gagalnya Agus maju Pilkada 2018 karena terganjal surat keterangan dari Balai Pemasyarakatan Garut.*

GARUT, (PR).- Partai pengusung pasangan Agus Supriadi-Imas Aan Ubudiyah keberatan atas keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Garut tentang penetapan calon bupati dan wakil bupati. Sikap KPU yang tidak meloloskan pasangan tersebut karena tidak adanya surat keterangan dari Balai Pemasyarakatan Garut dipertanyakan. 

Cecep Suhardiman salah satu kader pengusung Agus-Imas meminta Panwaslu Kabupaten Garut meneliti proses penfaftaran hingga penetapan calon bupati dan wakil bupati garut oleh KPU. Partai pengusung melihat ada sinyalemen yang kurang sedap. Kepada panwaslu, partai pengusung Agus-Imas memberikan bukti-bukti dokumen tentang dugaan ketidakprofesionalan penyelenggara pilkada 2018.

"Ada beberapa fakta terkait money politik. Bukti transfer dan kami melihat adanya pernyataan dari penyelenggara pemili diduga permainan dalam proses pilkada," ucap Cecep saat rapat pleno penetapan calon bupati dan wakil bupati garut di Gedung Intan Balarea, Senin 12 Februari 2018.

Di sisi lain, partai pengusung Agus-Imas juga mempertanyakan pertimbangkan KPU tidak meloloskan pasangan itu karena tidak adanya surat keterangan dari Balai Pemasyarakatan Garut. Agus Supriadi merupakan mantan narapidana kasus korupsi. 

Wakil Sekrataris DPC Demokrat Garut Budi Rahadian mengatakan, surat keterangan dari Bapas Garut sudah diminta. Namun, Bapas Garut menjawab bahwa pembuatan surat keterangan masih berproses.

"Kami beberapa kali datang ke bapas. Tapi mereka hanya menyampai surat keterangan dalam proses bahwa kami tidak punya data soal Pak Agus. Kenapa kami dijegal untuk dapat keterangan? Kalau ada fakta pak Agus masih punya tunggakan terkait uang pengganti," ujarnya. 

Ia pun menilai sikap KPU tidak adil. Soalnya, calon bupati Iman Alirahman juga masih berproses dalam hal pengunduran diri sebagai Pegawai Negeri Sipil. Pasangan Iman, yakni Dedi Hasan Bahtiar juga masih berproses terkait pengunduran diri sebagai anggota DPRD Jawa Barat. 

Budi juga menyampaikan, tim pengusung Agus-Imas memiliki bukti trasfer salah satu calon bupati independen kepada panitia pemilihan kecamatan maupun panwaslu. "Oleh karna itu data itu patut diduga adanya permainan dalam proses penetapan," ucap Budi.***

Bagikan: