Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Umumnya berawan, 25.3 ° C

Jelang Imlek Kelenteng Cuci Patung Dewa Dewi, Apa Maknanya?

Nurhandoko
MENJELANG Imlek 2569 tahun 2018 jemaah Hok Tek Bio Ciamis mencuci sibuk mencuci patung yang diantaranya sudah berumur ratusan tahun, Minggu 11 Februari 2018. Selain patung, seluruh lingkungan kelenteng yang hanya satu di Ciamis juga dibersihkan.*
MENJELANG Imlek 2569 tahun 2018 jemaah Hok Tek Bio Ciamis mencuci sibuk mencuci patung yang diantaranya sudah berumur ratusan tahun, Minggu 11 Februari 2018. Selain patung, seluruh lingkungan kelenteng yang hanya satu di Ciamis juga dibersihkan.*

CIAMIS, (PR).- Menjelang perayaan Imlek 2569 tahun 2018  Hok Tek Bio di Jalan Ampera II Ciamis, sibuk mencuci dewa dewi, Minggu 11 Februari 2018. Diantara patung yang dimandikan tersebut sudah berusia ratusan tahun seiring dengan berdirinya tempat ibadah umat konghuchu sekitar 200 tahun lalu.

Tidak hanya puluhan patung, seluruh bagian bangunan juga tidak luput dibersihkan. Ratusan lampion warna merah juga dipersiapkan. Di dalam kelenteng ratusan lilin berbagai ukuran tetap menyata, aroma hio juga memenuhi ruangan.

Proses memandikan sebanyak 25 patung dewa dewi tersebut, dilakukan dengan sangat hati-hati dan teliti. Sebelum melaksanakan membersihkan kelenteng berikut isinya, petugas melaksanakan sembahyang sebagaimana yang bisa dilakukan. Berbagai peralatan, seperti kuas, baskom yang sudah diisi air bertabur bunga serta campuran lain, tersedia di dekatnya.

Satu persatu dewa dan dewi diturunkan dari altar.  Setelah debu dibersihan sebentar, satu per satu, bagan per bagian baju dilepas. Dengan penuh kehati-hatian patung dibersihkan dari debu yang menempel. Sesekali air dibalur kebagian yang baru dibersihkan.

Beberapa patung Hok Tek Bio yang hanya satu-satunya di tatar galuh Ciamis yang dimandikan, diantaranya Wu Yu Cai Sen, Hian Thuan Siang Tee,Hok Tek Ceng Sin, Kuan Sing Te Kun dan Kwan Im.

“Membersihkan patung dewa dewi ini dilakukan setiap tahun sekali, menjelang imlek, yang tahun 2018 jatuh pada Tanggal 16 Februari. Proses memandikan juga harus sangat hati-hati, membersihkan debu yang menempel,” tutur Ketua Kelenteng Hok Tek Bio Ciamis Hidajat Kuswaja.



Patung berusia lebih dari dua abad



Di sela memandikan patung, dia mengatakan tidak ada persyaratan khusus menjelang maupun seduah mencuci patung. Kegiatan tersebut, lebih pada perawatan, membersihkan debu yang menempel, sehingga patung tetap bersih. Selain itu juga agar tetap awet. Terlebih patung yang usiasnya sudah ratusan tahun.

“Selama setahun tentu ada saja yang kotor, sehingga harus dibersihkan, Dirawat agar tidak rusak dan kotor. Ini kan tahun baru, jadi semua juga harus bersih dan baru,” ujar dia.

Secara tersirat, makna memandikan patung dewa tersebut juga diharapkan hati setiap umat kembali bersih, menjadi pribadi yang lebih baik di tahun berikut. Selain itunjuga memersatukan umat.

“Memandikan tentu saja supaya bersih, sehat dan sejahtera. Ada kedamaian sesama umat,” tambah Hidajat.

Lebih lanjut Hdajat mengungkapkan, patung pertama yang menghuni Hoktek Bio yakni Hok Tek Ceng Sin, yang diperkirakan sejak 200 tahun lalu. Hal itu juga menjadi penamaan kelenteng ini dengan Hok Tek Bio.***

Bagikan: