Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 20.4 ° C

Aplikasi Android dari Desa di Garut

Rani Ummi Fadila
Para anak muda asal Garut yang tergabung dalam CV Mobidu Sinergi memperlihatkan penghargaan-penghargaan bidang informasi teknologi yang mereka terima di kantor mereka, Desa Rancabango, Kabupaten Garut, Rabu 7 Januari 2018. Meski tinggal di desa, para anak muda itu sudah menciptakan ratusan aplikasi berbasis android yang mempunyai banyak pengunduh.
Para anak muda asal Garut yang tergabung dalam CV Mobidu Sinergi memperlihatkan penghargaan-penghargaan bidang informasi teknologi yang mereka terima di kantor mereka, Desa Rancabango, Kabupaten Garut, Rabu 7 Januari 2018. Meski tinggal di desa, para anak muda itu sudah menciptakan ratusan aplikasi berbasis android yang mempunyai banyak pengunduh.

ANGGAPAN bahwa anak muda di desa itu gagap teknologi ternyata salah besar. Di Kabupaten Garut, sekelompok pemuda desa tak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan teknologi seperti aplikasi android yang kekinian. 

Adalah Yusef Maulana yang usianya baru menginjak 24 tahun. Namun, kemampauan pemuda asli Garut itu dalam hal pembuatan aplikasi termasuk yang berbasis android tak bisa diremehkan. 



Sejak awal 2017, ia dan teman-temannya telah menciptakan ratusan aplikasi berbasis android. Mereka bahkan telah mendirikan perusahaan yakni CV Mobidu Sinergi dan mempunyai kantor sendiri di Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.



Beberapa aplikasi yang mereka buat mengandung unsur pendidikan. Sebut saja aplikasi "Real Kecapi" yang mengajarkan cara bermain alat musik tradisional Sunda, kecapi lewat telepon pintar.

Ada lagi aplikasi nasehat ayah yang merupakan sarana pembelajaran orangtua kepada anaknya agar bisa menghindari pelecehan seksual. Atas karyanya itu, Yusef pernah mendapat Anugrah Kihajar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebanyak dua kali.

Yusef pun pernah membawa pulang Anugrah Inovasi Jawa Barat dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Selain membuat aplikasi edukasi, Yusef dan teman-teman juga kerap mendapat pesanan membuat aplikasi untuk perusahaan swasta.

Kebanyakan, aplikasi pesanan tersebut untuk sarana jual beli secara daring.  "Pernah juga dapat pesanan bikin aplikasi manajemen masjid. Masjid jadi lebih profesional. Laporan keuangan bisa dilaporin lewat aplikasi," kata Yusef di kantornya, Rabu 7 Februari 2018.



Lulusan Sekolah Tinggi Teknologi Garut ini juga membantu Pemerintah Kabupaten Garut membuat aplikasi "rilis cepat dan akurat" (rikat). Aplikasi itu merupakan sarana bagi masyarakat melaporkan persoalan sosial yang dialami. Misalnya, soal jalan rusak di sekitar lingkungannya. 



"Kami buat juga aplikasi desa untuk 57 desa. Aplikasi ini mencakup sistem informasi masyarakat dan sistem administrasi desa," kata Yusef.

Tim Ahli 



Selain Yusef, ada Sadam Almahali yang juga baru berusia 24 tahun. Di dalam perusahaan, Sadam menjabat sebagai manajer IT (informasi teknologi). Tugasnya membuat coding program. Fokusnya pada pembuatan sistem informasi. 



Salah satu yang pernah dibuat adalah sistem informasi keuangan bengkel yang dipesan oleh perusahaan otomotif ternama di Indonesia. Sebelum bergabung dengan Yusef, Sadam mempunyai banyak pengalaman membuat sistem informasi.



Sadam juga berpengalaman membantu Kementerian Dalam Negeri membuat sistem keuangan daerah. Sejak kuliah di Sekolah Tinggi Teknologi Garut, Sadam memang senang mengotak-atik komputer sehingga kini mahir membuat sistem informasi.



Satu lagi, ada Rian Ferdian (22). Tugasnya mengatur dan menjaga jaringan. CV Mobidu Sinergi juga menyediakan jasa pemasangan jaringan. Rian juga merupakan ahli di bidangnya. Ia pernah menjadi juara desain animasi yang diadakan perhimpunan mahasiswa informatika. 



Selain Yusef, Sadam dan Rian, ada tiga anak muda lain yang tergabung dalam CV Mobidu Energi. Mereka adalah Asep Setiawan, Muhammad Fahru, Gungun Guntur, dan Bajuri. Mereka semua adalah teman saat dulu berkuliah di Sekolah Tinggi Teknologi Garut.***

Bagikan: