Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 22.7 ° C

Pembayaran Denda oleh PT Indo Bharat untuk Pencemaran Rawamati, Bukan Sungai Citarum

Mochammad Iqbal Maulud
PERWAKILAN PT Indo Bharat membayar denda di Kejaksaan Negeri Kabupaten Purwakarta terkait pencemaran wilayah Rawamati, Senin 21 Januari 2018 lalu.*
PERWAKILAN PT Indo Bharat membayar denda di Kejaksaan Negeri Kabupaten Purwakarta terkait pencemaran wilayah Rawamati, Senin 21 Januari 2018 lalu.*

PURWAKARTA, (PR).- PT Indo Bharat mengklarifikasi pembayaran denda sebanyak Rp 2 miliar di Kejari Purwakarta. Humas PT Indo Bharat menyatakan pembayaran tersebut bukan atas pencemaran pada Sungai Citarum.

"Rawamati itu bukanlah bagian dari Citarum, namun rawa yang kini sebagiannya menjadi tanah padat. Berlokasi tepatnya di belakang kantor desa di Kampung Sawah, Desa Cilangkap, Kecamatan Babakan Cikao‎," ucap Manajer Humas PT Indo Bharat Irwan Setiawan di Purwakarta, Rabu 23 Januari 2018.

Menurut Irwan, pembayaran denda tersebut adalah akibat dumping dari sisa batubara ke wilayah Rawamati tersebut. "Lokasinya jauh dari Sungai Citarum. Dumping-nya pun sebenarnya tidak sengaja," ucapnya.

Irwan menegaskan PT Indo Bharat sejak tahun 2010 lalu sudah memiliki cetak biru untuk penanganan IPAL (Instalasi Pembuangan Air Limbah). "Kami pun dari PT Indo Bharat sudah sepenuhnya bertanggungjawab atas clean up dari pencemaran Rawamati," ucapnya.

Prosesnya sudah dimulai sejak pembayaran denda. Namun, proses itu memang membutuhkan waktu yang cukup lama. "Apalagi sebagiannya merupakan tanah padat yang bahkan sudah dijadikan area persawahan oleh warga," ucapnya.

Meski demikian, Irwan menyatakan, keputusan Mahkamah Agung akan dilaksanakan sebaik-baiknya oleh PT I‎ndo Bharat. "Kami, selain membayar denda, juga memberikan bantuan rutin untuk warga setempat," ucapnya.

Bantuan itu di antaranya adalah pembangunan masjid, musala, madrasah, PAUD, SMP satu atap dan jembatan. "Begitu pula dengan pengobatan gratis yang dilakukan setiap hari Selasa dan Kamis Balai Desa Cilangkap," ucapnya.

‎Dihubungi terpisah, Kepala Desa Cilangkap, Mulyadi membenarkan kinerja perusahaan serat rayon itu terhadap lingkungan sekitarnya. 

"Alhamdulillah, selama ini kerja sama di berbagai bidang berjalan dengan baik. Kehadiran PT Indo Bharat di Desa Cilangkap cukup membawa pengaruh positif bagi warga dan lingkungan" ucapnya.

Terbukti mencemari lingkungan, PT Indo Bharat Purwakarta membayar denda Rp 2 miliar. Selain itu, mereka juga diwajibkan membersihkan secara bertahap wilayah Rawamati yang sudah tercemari limbah B3 tersebut.

‎"Keputusan ini sesuai dengan putusan kasasi Mahkamah Agung.  PT Indo Bharat harus melakukan dua poin penting, yaitu membayar denda dan membersihkan kembali Rawamati. Rawamati ini tepatnya berada di Desa Cilangkap, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta," ucap Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Kelas I Purwakarta, Sucipto di ruang kerjanya, Senin 22 Januari 2018 malam.

Menurut Sucipto, PT Indo Barat sudah terbukti bersalah sehingga harus bertanggung jawab atas perbuatannya‎ tersebut. 

"Setelah banding di Kejaksaan Tinggi dan melanjutkan ke MA, PT tersebut harus melaksanakan keputusan ini," ucapnya.***

Bagikan: