Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Cerah berawan, 20 ° C

Tak Muram Lagi, Ada Pendekar Hingga Ondel-ondel di Gang Kota Depok

Bambang Arifianto
ANAK-ANAK bermain bola di antara deretan lukisan di Gang Kapuk, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jumat, 19 Januari 2018. Kampung warna warni Gang Kapuk kini menjadi destinasi wisata urban baru Kota Depok.*
ANAK-ANAK bermain bola di antara deretan lukisan di Gang Kapuk, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jumat, 19 Januari 2018. Kampung warna warni Gang Kapuk kini menjadi destinasi wisata urban baru Kota Depok.*

TEMBOK-TEMBOK pemukiman padat Gang Kapuk, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Kota Depok kini tak muram lagi. Beragam gambar dengan cat berwarna-warni melumurinya. Ya, tembok yang dingin pun seakan merona ceria saat warga dan komunitas seni menjadikannya kanvas lukisan mereka.

Berbagai gambar yang mengangkat budaya betawi bisa ditemui di sana. Mulai dari sosok pendekar Betawi si Pitung, seniman Benyamin Sueb terpampang di tembok rumah warga.

Tak hanya itu, berbagai lukisan buah-buahan tradisional dan ikon Betawi seperti kesemek, belimbing serta ondel-ondel ikut pula nampang. Gambar sesepuh warga serta tokoh-tokohnya dengan balutan pakaian tradisional Betawi pun terlihat dalam karya warga. 

Penggambaran sosok tertentu dan beragam bentuk tradisi Betawi menjadi cara warga merawat ingatannya akan tradisi lokal yang tersisa. Depok yang diserbu pendatang dan hanya berfungsi sebagai tempat tidur pekerja Jakarta masih mengingat akar budayanya.

Ketua RW 1 Kelurahan Pondok Cina Sarmajih menuturkan, pembuatan gambar-gambar di sepanjang Gang Kapuk memang mengambil tema Betawi. Warga bebas berkreasi mengangkat ide-idenya soal budaya dalam gambar-gambarnya. "Lebih hidup," ucap Sarmajih menilai kondisi wilayahnya yang semakin berwarna warni, Jumat, 19 Januari 2018.

Bahkan untuk melukis fasilitas umum berupa jalan pun tetap harus disosialisasikan terlebih dahulu. Sekarang, sebagian rumah warga di RW 1dan RW 2 Pondok Cina  telah digambar dan berwarna. Pemandangan seni lukis tersebut bisa dinikmati sembari menyusuri pemukiman Gang Kapuk hingga bantaran Ciliwung.

Sarmajih mengatakan, beberapa warga di luar Pondok Cina juga mulai mengunjungi wilayahnya. Mereka tertarik karya-karya lukis jalanan itu serta berfoto di sana. Hingga kini, lanjutnya, warga bakal terus menggambari dan mewarnai Gang Kapuk. "Masih banyak PR (pekerjaan rumah) yang belum selesai, seperti yang di depan pintu masuk (Gang) Kapuk kita minta persetujuan yang punya (rumah untuk digambar)," ujarnya.

Terkait dana pengecatan, Sarmajih mengatakan Pemkot yang menanggungnya. Warga hanya tinggal berkarya guna menjadikan lingkungannya lebih cantik dan berwarna. Apresiasi turut dilontarkan warga Pondok Cina, Rokoyah. "Bagus, lebih indah," ujarnya. 

Kehadiran kampung warna-warni Gang Kapuk menjadi bukti energi kreatif warga Depok masih ada. Kota berikon belimbing tersebut bukan hanya identik dengan berandalan bermotor, tawuran dan aksi kriminal semata.***

Bagikan: