Pikiran Rakyat
USD Jual 14.603,00 Beli 14.505,00 | Umumnya berawan, 28.1 ° C

Tasikmalaya KLB Difteri, 15 Warga Diisolasi

Pekerja menunjukan vaksin yang mengandung komponen difteri sebelum didistribusikan, beberapa waktu lalu.*

SINGAPARNA,(PR).- Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menetapkan status Kejadian Luar Biasa Difteri setelah 15 warga terindikasi terkena difteri.

Satu warga Kampung Indularang, Desa Pageralam, Kecamatan Taraju dilaporkan positif terkena difteri. Sementara 14 warga dari tiga desa di Bojonggambir, yakni Desa Kertanegla, Cempakasari, dan Bojongkapol terindikasi suspect difteri.

Saat ini, 15 pasien difteri menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Singaparna Medika Citrautama, Kabupaten Tasikmalaya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya Abdul Kodir mengatakan, status KLB difteri bisa ditetapkan jika suatu daerah sudah terindikasi positif difteri. Dengan penetapan status tersebut, Kodir pun meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap penyebaran virus difteri.

“Penyakit difteri itu penyakit yang menakutkan sekali. Itu sebabnya hari ini Pak Bupati langsung menandatangani surat keputusan penetapan KLB. Wilayah yang suspect difteri seperti wilayah selatan Taraju, Bojonggambir harus mendapatkan perhatian lebih,” ucap Kodir, Senin, 8 Januari 2018.

Setelah penetapan KLB tersebut, Pemkab Tasikmalaya akan melakukan penertiban imunisasi di wilayah terdampak difteri.  Anggaran imunisasi juga akan dikeluarkan dari dana tidak terduga.

Selain itu, Pemkab Tasikmalaya Senin kemarin juga melakukan vaksinasi ke sejumlah pegawai negeri sipil dan kepala dinas. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus difteri di wilayah Sekretariat Kabupaten Tasikmalaya.

“Karena ini kejadian yang mengkhawatirkan kami utamakan PNS yang berhubungan langsung dengan pelayanan untuk diimunisasi. Difteri ini kan penyebarannya melalui udara, bisa jadi angina dari timur ke barat, jadi menyebar ke SIngaparna,” kata Kodir.

Isolasi



Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Yusef Yustiawandana memastikan, 15 pasien difteri sudah mendapatkan perawatan khusus di RS SMC Kabupaten Tasikmalaya. Menurut hasil laporan dari rumah sakit, kondisi penderita positif difteri asal Pageralam, Taraju terus membaik. Sementara salah seorang anak-anak dengan status suspect difteri kondisinya justru semakin memburuk.

“Kemungkinan besar penularan terjadi dari Garut, karena daerah Taraju dan Bojonggambir itu berbatasan langsung dengan Garut. Anehnya justru yang kena difteri ini orang dewasa,” kata Yusef.

Dari hasil analisis sementara, mayoritas masyarakat yang terinfeksi difteri sebelumnya belum pernah melakukan imunisasi DPT.  Jauhnya wilayah Bojonggambir dan Taraju menjadi salah satu kendala pemberian vaksin difteri.***

Bagikan: