Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sebagian berawan, 18.8 ° C

Jembatan Belum Diresmikan, Mobil dan Sepeda Motor Melintasi Sungai Cisaar

Ahmad Rayadie
PARA pengendaraan kendaraan roda dua dan empat terpaksa harus berjibaku aliran Sungai Cisaar saat akan menuju objek wisata Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu (GNCP). Mereka sangat menyesalkan petugas melarang melintasi jembatasan jembatan Cisaar di Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.*
PARA pengendaraan kendaraan roda dua dan empat terpaksa harus berjibaku aliran Sungai Cisaar saat akan menuju objek wisata Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu (GNCP). Mereka sangat menyesalkan petugas melarang melintasi jembatasan jembatan Cisaar di Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.*

PALABUHANRATU, (PR).- Para wisatawan menyesalkan akses menuju pesisir Pantai Palangpang Kabupaten Sukabumi. Dengan dalih masih belum diresmikan penggunaannya, petugas melarang melintasi jembatan.  Kendaraan pun terpaksa melintasi Sungai Cisaar.

Padahal jembatan Cisaar yang berada kawasan Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu (GNCP) itu, merupakasan sarana vital. Akses itu menghubungkan lokasi wisata Puncak Darma, Curug Cimarinjung dan Pantai Palangpang.

Petugas memblokade dengan dinding pembatas beton.   Sehingga  terpaksa  para wisatawan mengalihkan laju kendaraan turun  dan melintasi sungai.  Kendati arus sungai tidak begitu kuat, tapi banyak pengendara terperosok dan terjebak karena sungai cukup dalam saat dilintasi pengendaraaan kendaraan roda dua. 

Akibatnya, wisatawan terpaksa harus berjibaku menerobos sungai Cisaar. Kendati arus aliran sungai tidak begitu deras, tapi cukup dalam. Sehingga banyak pengendaran kendaraan roda dua terperosok dan tergelincir saat melintasi sungai tersebut.

“Kami terpaksa harus berjibaku melintasi aliran sungai Cisaar itu, karena petugas melarang melintasi jembatan karena masih belum diresmikan. Persis di bibir jembatan petugas memasang brikade beton,” kata salh seorang pengendaraan kendaraan roda dua, Andi Supriyadi.

Tidak ada pemberitahuan di awal



Andi Supriyadi mengatakan bila jembatan  masih belum layak dilintasi seharusnya petugas dari  awal melarang kendaraan roda dua. Begitu juga sejumlah jenis kendaraan roda empat tertentu  melintasi Jalan Loji-Simpenan.

“Dan kalaunpun dipaksakan para wisatawan terpaksa harus kukucuprakan. Terutama para pengguna kendaraan bermotor dua harus menerobos sungai Cisaar,” katanya.

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami mengatakan dioperasikan jembatan tersebut bukan wewenangya. Jembatan tersebut dibangun oleh pemerintah karena itu, tidak bisa berbuat bayak ketikaada keluhan warga. Teruata wisatawan yang akan berkunjung ke kawasan GNCP harus menerobos sungai.  “Jembatan tersebut milik Pemprov Jabar,” katanya.

Marwan Hamami mengatakan diperkirakan pengerjaan pembangunan jembatan tersebut masih belum selesai sepenuhnya.  Bila setelah di hotmik akan diserahkankan penggunaannya  oleh pihak pengembangan ke Pemprov Jabar melalui Dinas PU provinsi, baru dimamfaatkan untuk umum. “Pastinya, mereka menghitung secara teknis  bisa atau tidak dilintasi kendaraan untuk saat ini,” katanya.***

Bagikan: