Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 27.8 ° C

Cianjur Termasuk Daerah Teraman di Jawa Barat

Shofira Hanan
SATRESKRIM Polres Cianjur berhasil mengungkap komplotan perakit senjata tajam ilegal pada Oktober 2017 lalu. Kasus yang melibatkan sepuluh orang warga Sukabumi dan Cianjur tersebut, menjadi salah satu kasus tindak kriminal yang mencolok di Cianjur sepanjang tahun lalu.*
SATRESKRIM Polres Cianjur berhasil mengungkap komplotan perakit senjata tajam ilegal pada Oktober 2017 lalu. Kasus yang melibatkan sepuluh orang warga Sukabumi dan Cianjur tersebut, menjadi salah satu kasus tindak kriminal yang mencolok di Cianjur sepanjang tahun lalu.*

CIANJUR, (PR).- Kepolisian Resor Cianjur berhasil menduduki peringkat kelima dalam upaya penurunan angka kriminalitas se-Jawa Barat. Pencapaian tersebut diperoleh berkat banyaknya pengungkapan kasus dan minimnya tindakan kriminal sepanjang 2017.

Prestasi tersebut, membuat Kabupaten Cianjur diklaim menjadi salah satu wilayah teraman di antara 26 Polres se-Jawa Barat. Kapolres Cianjur, Soliyah menjelaskan, pihak Polda Jabar juga menyebut tindak pidana di Cianjur secara umum dinilai menurun.

”Hal itu dikarenakan, jajaran kepolisian sudah melaksanakan operasi untuk menekan angka kriminalitas,” kata Soliyah kepada awak media.

Keberhasilan tersebut diakui Soliyah diharapkan dapat terjadi secara berkelanjutan. Besar harapan agar Cianjur tetap berada dalam situasi yang kondusif. Jika melihat data, Jumlah Tindak Pidana (JTP) 2017 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Angka tindak kriminal



Tercatat sebanyak 986 kasus dengan 414 Jumlah Penyelesaian Tindak Pidana (JPTP). Jumlah kasus tersebut menurun dibandingkan dengan tahun 2016, dimana terjadi 1362 tindak pidana dengan total 592 JPTP. Tindakan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) baik roda dua dan roda empat masih mendominasi kriminalitas di Cianjur.

”Pada 2017, terdapat 310 kasus curanmor roda dua dan 34 kasus curanmor roda empat. Jumlah tersebut turun dibandingkan dengan tahun 2016,  yakni curanmor roda dua sebanyak 363 kasus dan roda empat mencapai 41 kasus,” ujar Kasatreksrim Polres Cianjur Benny Cahyadi.

Ia mengatakan, kriminalitas lain yang masih cukup tinggi adalah tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat). Di tahun 2017 terjadi hingga 229 kasus, menurun dibandingkan curat pada 2016 lalu yang terjadi sebanyak 247 kasus.

Kasus menonjol



Lebih lanjut dikatakan, menurunnya angka kriminalitas di Cianjur juga meninggalkan sejumlah perkara yang mencuri perhatian khalayak. Berdasarkan data yang diperoleh, terdapat sejumlah tindak pidana yang menonjol pada kurun waktu 2016-2017.

”Ada sembilan kasus yang menonjol dan menjadi perhatian masyarakat. Beberapanya bahkan sempat melibatkan pihak kepolisian kota/kabupaten lain, karena keterlibatan sejumlah pelaku di dua daerah,” ucapnya.

Benny mengungkapkan, sembilan kasus tersebut terdiri dari pembunuhan sebanyak enam kasus. Pembunuhan satu keluarga dan seorang remaja di wilayah yang berbeda menjadi yang paling menarik perhatian publik.

Kasus lainnya adalah vandalisme yang berujung pada terjadinya kebakaran di kawasan Mande, Cianjur. Selain itu, kasus menonjol lainnya yakni pengeroyokan di kawasan Warungkondang.

Sementara satu kasus lain yang mencuri perhatian adalah, ditangkapnya sepuluh orang tersangka yang terlibat dalam komplotan perakit senjata api ilegal. Penangkapan pada Agustus 2017 lalu itu menghebohkan publik, karena tindakan tersebut dilakukan oleh tujuh orang Sukabumi dan tiga orang Cianjur yang sudah memproduksi  senpi selama dua tahun terakhir.

”Kami bersyukur karena setiap pengungkapan kasus yang terjadi di wilayah hukum Polres Cianjur, dapat dilakukan kurang dari sepekan. Semua berkat kerjasama seluruh satuan dan fungsi yang ada di lingkungan Polres Cianjur,” kata dia.

Upaya lain



Tidak berhenti di sana, Polres Cianjur juga akan terus menggencarkan upaya preventif dan represif untuk menekan terjadinya tindakan kriminal. Benny mengatakan, patroli skala besar menjadi rutinitas yang melibatkan berbagai satuan, di antaranya Sabhara, Lantas, dan juga Reskrim di lokasi-lokasi kriminal.

”Sementara tindakan represif, berusaha kami realisasikan dengan bereaksi cepat untuk menindak laporan. Selain itu juga, jajaran kami berusaha bergerak cepat untuk menindak setiap tindakan criminal,” ucap Benny.

Upaya yang berhasil dilakukan sepanjang 2017 tersebut, diharapkan dapat terus berjalan optimal di waktu mendatang. Oleh karena itu, Benny mengimbau agar masyarakat pro aktif terhadap indikasi tindak pidana di lingkungan sekitar. Jangan ragu untuk memberikan informasi adanya keributan.

”Masyarakat harus berani memberikan informasi. Tidak hanya itu, masyarakat juga harus berani untuk terlibat dalam upaya melarang dan mencegah terjadinya kriminalitas,” katanya.***

Bagikan: