Pikiran Rakyat
USD Jual 14.185,00 Beli 13.885,00 | Umumnya berawan, 21.6 ° C

Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Cirata Dihentikan

Mochammad Iqbal Maulud
UPACARA Penutupan pencarian korban tenggelam di Kampung Rawa Taal, Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta pada Rabu 27 Desember 2017.*
UPACARA Penutupan pencarian korban tenggelam di Kampung Rawa Taal, Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta pada Rabu 27 Desember 2017.*

PURWAKARTA, (PR).- Pencarian enam korban tenggelam di Waduk Cirata, Kecamatan Maniis Kabupaten Purwakarta akhirnya dihentikan. Pencarian korban ini sudah memakan waktu selama tujuh hari. 

Kepala Basarnas Provinsi Jabar, Slamet Riyadi menyatakan, penghentian pencarian ini sesuai aturan Undang-undang Nomor 29 Tahun 2014 Tentang Pencarian dan Pertolongan.

"Ini juga tercantum di peraturan pemerintah Nomor 22 Tahun 2011 Tentang Angkutan di Perairan. Pencarian sebelumnya telah memakan waktu selama 7 hari. Sehingga pencarian dihentikan atau dihentikan sementara," ucapnya di Posko Pencarian Korban di Kampung Rawa Taal Desa Tegaldatar Kecamatan Maniis Kabupaten Purwakarta, Rabu 21 Desember 2017.

Meski dihentikan, Basarnas dan Satgas gabungan dari TNI/Polri dan pihak terkait akan kembali melakukan pencarian jika ada tanda-tanda korban. "Kami juga libatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB), Polres, Kodim 0619 Purwakarta, BNPB Jabar dan pihak-pihak terkait," ucapnya.

Tidak ada tanda-tanda



Tanda-tanda korban yang dimaksud adalah jika suatu saat ada pakaian korban yang ditemukan. Atau bisa juga tanda-tanda lainnya yang memperkuat dekatnya korban yang tenggelam tersebut.

Riyadi pun mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga yang sepekan terakhir menanti kabar anggota keluarganya yang hilang. Pada upacara penutupan pencarian, hadir Kapolres Purwakarta Dedy Tabrani.‎ 

Sebelumnya enam orang tenggelam saat perahu bermesin tempel terbalik karena hujan deras dan arus air yang besar. Perahu berkapasitas maksimal 10 orang tersebut dinaiki oleh 15 orang berikut dengan barang bawaanya.

Segala upaya pun dilakukan di antaranya dengan menerjunkan para penyelam di lokasi tersebut. Bahkan robot bawah air bernama ROV pun diturunkan untuk mencari keberadaan korban tenggelam tersebut.

Tetapi karena jarak pandang yang mendekati 0, membuat pencarian amat sulit dilakukan. Bahkan baru 15 meter di kedalaman, jarak pandang sudah benar-benar 0 persen. ‎Padahal kedalaman penuh dari Waduk Cirata adalah sedalam 56 meter.

Kondisi waduk yang keruh ini sehingga menyulitkan para pencari korban. Belum lagi dengan banyaknya kolam jaring apung dan eceng gondok di lokasi tenggelamnya kapal ini.***

 

Bagikan: