Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sedikit awan, 23.3 ° C

Banyak Preman di Cipanas Garut, Wisatawan Terganggu

Rani Ummi Fadila
Para wisatawan berenang di tempat pemandian Cipanas Indah, Kabupaten Garut, saat libur Natal, Selasa 26 Desember 2017. Sayangnya, kenyamanan wisatawan berwisata di Cipanas Indah terganggu ulah preman yang memaksa meminta uang.*
Para wisatawan berenang di tempat pemandian Cipanas Indah, Kabupaten Garut, saat libur Natal, Selasa 26 Desember 2017. Sayangnya, kenyamanan wisatawan berwisata di Cipanas Indah terganggu ulah preman yang memaksa meminta uang.*

GARUT, (PR).- Kenyamanan wisatawan berwisata di pemandian air panas Cipanas saat libur Natal 2017 terganggu oleh ulah preman setempat yang memaksa meminta uang. Sayangnya, tak ada aparat keamanan yang bersiaga di lokasi wisata tersebut sehingga para preman leluasa menjalankan aksinya.

Salah satu wisatawan yang mengeluhkan aksi para preman adalah Dede (50). Ia bersama keluarga hendak berenang di tempat pemandian Cipanas Indah. Namun, ketika berada di tempat parkir, beberapa preman mengampiri dan memaksa untuk mencuci mobilnya dengan biaya Rp 20.000. Apabila Dede tak mau, maka ia tak boleh parkir di depan lokasi wisata. 

Dede yang keberatan dengan ulah para preman itu terpaksa mencari parkir di tempat lain yang jauh dari lokasi. "Saya kebingungan juga cari parkir susah. Tidak boleh parkir di depan Cipanas Indah, padahal itu tempat parkir," kata ia di Cipanas Indah, Selasa 26 Desember 2017.

Setelah lama tak ke Cipanas, Dede merasa kaget dengan perubahan kondisi di lokasi wisata tersebut. Dulu, tak ada preman yang memaksa meminta uang dengan modus mencucikan mobil. 

Santi, wisatawan lain, juga dipaksa oleh para preman agar mobilnya dicucikan. Ketika hendak parkir, para preman langsung mengatakan akan mencucikan mobil ia dengan biaya Rp 20.000, padahal Santi tak memintanya. Meskipun keberatan, Santi mengikuti keinginan para preman tersebut karena anak-anaknya ingin segera berenang di Cipanas Indah. Ia pun bingung mencari tempat parkir di lokasi lain.

Dari pantauan Pikiran Rakyat, beberapa mobil yang terparkir di depan Cipanas Indah sudah dicuci dengan tanda alat penyeka kaca yang dinaikkan. Beberapa preman bersiaga menjaga lahan parkir di depan pemandian. Namun, tak ada satu pun aparat keamanan di sekitar lokasi itu untuk menghentikan ulah para preman. 

Padahal, sebelum libur Natal dimulai, Kapolres Garut Budi Satria Wiguna mengatakan, akan menyiagakan personil kepolisian di tempat-tempat wisata. Salah satu tujuannya untuk mencegah aksi premanisme di tempat wisata. 

Tunggu tindakan kepolisian



Riki, penjaga tempat pemandian Cipanas Indah menuturkan, banyak wisatawan yang mengeluh atas ulah preman yang memaksa mencucikan mobil. Namun, sudah bertahun-tahun, ulah para preman tak bisa dihentikan. Riki berharap, aparat kepolisian bertindak tegas terhadap aksi prrmanisme tersebut. 



"Dulu mau ada pembinaan dari Polsek Tarogong Kaler, tapi belum ada tindak lanjut sampai sekarang," ujar ia.



Para preman merupakan warga sekitar Cipanas Indah. Mereka tak segan memaksa wisatawan membayar biaya pencucian mobil sesuai keinginan mereka. "Ada sedikit pemaksaan, dikasih Rp 10.000, pengennya Rp 20.000, kadang seperti itu," ucap Riki.***

Bagikan: