Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sebagian berawan, 26.3 ° C

Puluhan Anggota Berandalan Bermotor Dijemur Polisi

Ahmad Rayadie
PULUHAN anggota berandalan bermotor dijemur di Simpang Lima Kota Sukabumi, Minggu 24 Desember 2017. Tindakan itu merupakan langkah polisi untuk memberikan efek jera sekaligus meminimalisasi aksi kekerasan.*
PULUHAN anggota berandalan bermotor dijemur di Simpang Lima Kota Sukabumi, Minggu 24 Desember 2017. Tindakan itu merupakan langkah polisi untuk memberikan efek jera sekaligus meminimalisasi aksi kekerasan.*

SUKABUMI, (PR).- Bundaran Adipura di Simpang Lima, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Sukabumi dipenuhi 41 orang anggota geng motor atau berandalan bermotor, Minggu 24 Desember 2017. Mereka tengah "dijemur" polisi dari Polres Sukabumi Kota yang bersenjata lengkap dan pengawalan ketat. 

Kapolres Sukabumi Kota, Susatyo Purnomo Condro, mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan polisi merupakan salah satu langkah untuk memberikan efek jera kepada mereka penganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat. Tidak hanya menjemur dan ditonton masyarakat, tapi tindakan itu juga merupakan tindakan tegas kepada anggota berandalan bermotor yang membawa senjata tajam.

Dari 41 orang pelaku berandalan bermotor yang diamankan, 10 di antaranya ditetapkan tersangka oleh polisi. Mereka terbukti memiliki senjata tajam yang dikhawatirkan dapat mengancam dan melukai orang lain.

Pengamanan 41 anggota berandalan bermotor itu dilakukan dalam serangkaian penyergapan. Seorang di antaranya adalah perempuan yang ditangkap polisi di area tempat Penampungan Semetara Pasar Pelita, Jalan Tipar, Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi. Sama seperti pelaku lainnya, perempuan itu diduga kuat juga akan melakukan serangkaian kekerasan.

"Kami akan menetapkan UU Darurat No. 12 Tahun 1951 terhadap 10 orang anggota berandalan bermotor tersebut dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun. Mereka ditangkap saat dilakukan penggeledahan memiliki senjata tajam," kata Susatyo.

Disambut positif



Aksi menggojlok para anggota berandalan bermotor yang kerap meresahkan masyarakat ini mendapat perhatian masyarakat. Warga tidak hanya menonton, tapi juga berucap syukur karena polisi dapat berbuat tegas pada para pembuat keonaran tersebut.

"Kami mendukung langkah yang dilakukan polisi. Kami memberikan apresiasi keberhasilan polisi yang berhasil menangkap gerombolan bermotor tersebut," kata Fajar Laksana, pemimpin Pondok Pesantren Dzikir Al Fath, Sukabumi.

Fajar mengatakan, langkah tegas yang dilakukan pihak kepolisian perlu diapresiasi. Apalagi, tindakan kekerasan yang dilakukan berandalan bermotor itu sangat menganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Hampir setiap malam, warga selalu dibuat cemas karena tindakan kekerasan yang dilakukan berabdalan bermotor selalu membayang-bayangi aktivitas warga.

"Karena warga dan ulama sangat mengapreasi langkah tegas yang dilakukan pihak kepolisian meredam kekerasan yang dilakukan berandalan bermotor yang semakin menganggu kamtibmas," katanya.***

Bagikan: