Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Sebagian cerah, 20.8 ° C

Truk Masih Melintas, Tol Cikampek Macet

Tommi Andryandy
KENDARAAN berat masih memadati tol Jakarta - Cikampek Desa Tegaldanas Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi, Jumat, 22 Desember 2017. Menjelang libur Natal dan Tahun 2018, truk dan angkutan berat lainnya sebenarnya dilarang melintas. Akibatnya, jalur tol arah Bandung – Cirebon macet.*
KENDARAAN berat masih memadati tol Jakarta - Cikampek Desa Tegaldanas Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi, Jumat, 22 Desember 2017. Menjelang libur Natal dan Tahun 2018, truk dan angkutan berat lainnya sebenarnya dilarang melintas. Akibatnya, jalur tol arah Bandung – Cirebon macet.*

CIKARANG, (PR).- Sejumlah kendaraan berat masih melintasi tol Jakarta - Cikampek. Padahal, menjelang libur Natal dan Tahun 2018, truk dan angkutan berat lainnya dilarang melintas. Akibatnya, jalur tol arah Bandung – Cirebon macet. Kemacetan meluber hingga ke sejumlah jalan arteri di Kabupaten Bekasi.

Berdasarkan pantauan “PR”, kepadatan terjadi sejak Kamis, 21 Desember 2017 petang hingga menjelang tengah malam. Bahkan, kemacetan pun meluber hingga ke jalan arteri, tepatnya yang berdekatan dengan pintu tol, seperti di wilayah Kalimalang Cikarang Pusat, Cibatu, Cikarang Barat, Tambun hingga Cibitung.

“Saya dari Bandung mau ke Cikarang, macet minta ampun. Harusnya keluar ke Cikarang Pusat, jadi keluar ke Karawang Barat, terus masuk ke Kalimalang, tapi Kalimalang macet juga. Arah ke Jakarta sama arah ke Bandung sama macetnya,” ucap Yusuf, warga Setu, Kabupaten Bekasi.

Kepadatan berlanjut hingga Jumat, 22 Desember 2017. Sejak pagi hari hingga menjelang sore, kepadatan mulai terjadi di gerbang tol Cikarang Utama di KM 29 hingga KM 42, perbatasan Kabupaten Bekasi – Karawang. Kondisi jalan terpantau ramai lancar, dan terdapat kepadatan pada beberapa titik.

Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi Kabupaten Candra Sukma Kumara menyatakan, kepadatan terjadi lantaran meningkatnya volume kendaraan. Memasuki libur panjang, banyak masyarakat yang memilih berlibur ke sejumlah tempat di luar kota lalu melintasi tol.

“Penyebabnya juga karena liburnya bersamaan, orang kantor sudah mulai libur, anak sekolah libur sehingga masyarakat bersama-sama keluar menuju arah timur. Jadi kan memang banyak yang melintas, volume kendaraan meningkat hingga terjadi kepadatan,” kata Candra yang ditemui saat memantau kondisi lalu lintas di pos pengamanan rest area kilometer 39.

Di samping meningkatnya volume kendaraan, kepadatan juga diakibatkan karena masih melintasnya kendaraan berat di dalam tol. Terpantau, truk yang membawa peti kemas serta truk gandeng masuk memadati  tol di tengah melintasnya kendaraan pribadi.

Candra menambahkan, kondisi tersebut bisa melebihi kepadatan kendaraan saat mudik lebaran. “Ini menyerupai mudik lebaran, bahkan lebih ini. Kemudian angkutan  berat masih beroperasi, jadi membuat kami harus memiliki sejumlah strategi cara mengurai kemacetan seperti apa,” ucap dia.

Dikatakan Candra, sejumlah langkah telah disiapkan kepolisian untuk mengurai kepadatan. Di antara langkah tersebut yakni penutupan rest area hingga pengalihan arus. Namun demikian, lanjut Candra, masyarakat pun diminta terus memantau kondisi lalu lintas dan jangan memaksakan memulai perjalanan saat kondisi padat.

“Kami mengimbau masyarakat betul-betul memantau, informasi yang diberikan NTMC atau melalui sehingga kondisi dapat terlihat dengan benar. Ketika jam ramai lebih baik menunggu, jangan sampai pada waktu bersamaan orang keluar semua, tujuannya sama, waktu sama juga maka akan terjadi kepadatan,” ucapnya.

Lawan Arus



Sementara itu, contra flow sudah diberlakukan PT Jasa Marga untuk mengurai kepadatan. Skema lawan arus diberlakukan sepanjang 15 kilometer mulai dari kilometer 35 hingga 50. “Untuk mencairkan kepadatan, Jasa Marga atas diskresi dan kerjasama dengan pihak kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas sejak pukul 15.00,” kata AVP Corporate Communication, Dwimawan Heru melalui siaran pers.

Titik kepadatan paling utama terjadi menjelang akses keluar-masuk rest area yakni kilometer 33, 39 dan 57 arah Cikampek. “Jasa Marga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dalam berkendara, mematuhi rambu-rambu dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” kata dia.***

Bagikan: