Pikiran Rakyat
USD Jual 14.558,00 Beli 14.460,00 | Umumnya berawan, 20.4 ° C

Diduga Terlibat Bisnis Limbah Medis, Denpom III/3 Cirebon Tahan Seorang Anggota TNI

Ani Nunung Aryani
DANREM 063/SGJ, Kolonel Inf Veri Sudijanto Sudin bersama Tim KLHK, Polri Polpp dan Dinas Kesehatan Kab.Cirebon melakukan penyegelan gudang utama limbah medis di Panguragan Wetan Kecamatan, Panguragan Kabupaten Cirebon, Selasa, 19 Desember 2017. Tim gabungan berhasil menyegel enam gudang limbah medis.*
DANREM 063/SGJ, Kolonel Inf Veri Sudijanto Sudin bersama Tim KLHK, Polri Polpp dan Dinas Kesehatan Kab.Cirebon melakukan penyegelan gudang utama limbah medis di Panguragan Wetan Kecamatan, Panguragan Kabupaten Cirebon, Selasa, 19 Desember 2017. Tim gabungan berhasil menyegel enam gudang limbah medis.*

SUMBER, (PR).- Detasemen Polisi Militer (Denpom)  III/3 Cirebon akhirnya menahan oknum TNI yang diduga terlibat dalam usaha pengelolaan dan pembuangan limbah medis ke lingkungan secara ilegal. Namun sejauh mana keterlibatan oknum TNI berpangkat sersan mayor yang mengajar di salah satu kesatuan di Bandung, dalam bisnis ilegal tersebut, masih didalami. Apakah sebagai pemilik tunggal, kepemilikan bersama-sama dengan pihak lain, atau hanya sekedar menjadi beking dari usaha tersebut masih dalam penyidikan Denpom.

Selain menahan oknum TNI, tim gabungan Penegakan Hukum (Gakum)  Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dikawal personel TNI dan Polri serta aparat dari Pemkab Cirebon menyegel enam gudang yang menyimpan dan mengolah limbah medis di Kecamatan Panguragan,  Selasa, 19 Desember 2017.

Penyegelan dipimpin langsung Dirjen Gakum KLHK Rasio Ridho Sani dengan memasang dua garis kuning dari KLHK dan Polisi Militer. Penyegelan mendapat pengawalan super ketat dari 450 personel Polri di bawah pimpinan Kapolres Cirebon Risto Samodra dan 200 personel TNI dipimpin Danrem 063/SGJ Veri Sudijanto.

Kekhawatiran akan adanya massa bayaran yang bakal menghalang-halangi upaya penyegelan tidak terbukti. Penghalangan hanya dilakukan dengan cara mengunci pintu gudang dan ditinggalkan pekerjanya,  sehingga tim terpaksa membongkar paksa pintu gudang.

Danrem 063/SGJ Veri Sudijanto mengungkapkan, oknum TNI sudah diamankan dan ditahan sementara di Denpom III/3 Cirebon,  sejak Senin, 18 Desember 2017. Namun demikian menurut Veri, status oknum TNI tersebut masih sebagai terperiksa, karena kasunya masih dalam penyelidikan oleh Denpom.

“Sementara ini peran dan sejauh mana keterlibatan yang bersangkutan dalam bisnis tersebut masih dalam penyelidikan Denpom III/3 Cirebon,” katanya saat mengawal upaya penyegelan oleh tim gabungan di enam gudang Desa Panguragan Lor dan Panguragan Kulon.

Veri berjanji akan menyampaikan hasil pemeriksaan terhadap oknum TNI secara lengkap. “Saat ini penyidik Denpom III/Cirebon juga sedang mencari bukti. Untuk saksi yang diperiksa sudah ada sekitar 30 orang, “ paparnya.

Dirjen Gakum KLHK, Rasio Ridho Sani yang akrab disapa Roy mengungkapkan,  penyegelan dilakukan untuk mengamankan barang bukti tindak pidana kejahatan pengelolaan dan pembuangan limbah medis yang tergolong bahan berbahaya dan beracun (B3) ke lingkungan secara ilegal.

“Ada enam gudang yang kami segel. Dari keenam gudang, tim penyidik mengambil sampel dari berbagai jenis limbah medis dari mulai jarum suntik, vaksin, botol infus, selang yang masih berisi darah, dan lainnya,” paparnya.

Sejumlah tersangka



Dikatakan Roy, penyidik masih terus melakukan penyelidikan dan pengumpulan bahan dan keterangan, untuk mengetahui alur limbah medis dari mana dibawa kemana,  oleh siapa, untuk apa dan sejumlah pertanyaan lainnya. “Saat ini kami masih melakukan pemanggilan saksi-saksi untuk dimintai keterangannya,” katanya.

Sementara itu,  Kapolres Cirebon Risto Samodra mengungkapkan, tidak menutup kemungkinan kasus kejahatan lingkungan itu, melibatkan sejumlah tersangka. “Selain pemilik usaha kan ada yang mengelola dan pihak lain yang turut serta dalam kasus tersebut, “ katanya.

Keterlibatan kepolisian dalam kasus tersebut sementara ini untuk melakukan pengawalan. “Kalau untuk penanganan kasusnya, kami sifatnya menunggu pelimpahan dari penyidik. Kami juga sudah koordinasi dengan kejaksaan. Dengan penanganan koneksitas semoga masalah ini cepat selesai, “ katanya.

Selain penanganan hukum, lanjut Risto, berkoordinasi dengan Pemkab Cirebon. Pihaknya akan melakukan upaya recovery dan edukasi kepada masyarakat agar mengetahui batasan mana yang boleh dan tidak.***

Bagikan: