Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Cerah berawan, 28.5 ° C

Sekolah Hancur, Siswa dan Guru Bingung Jelang Ujian

Shofira Hanan

CIANJUR, (PR).- Ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah Tarbiatul Alfal dan puluhan siswa sekolah jauh kini kehilangan tempat belajar. Bangunan tempat mereka belajar rusak berat setelah tertimpa pohon tumbang.

Bangunan sekolah itu ditempati 103 orang siswa MI dan berada di Kampung Pajagan, Desa Sukamanah, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur. Mereka kebingungan menjelang ujian yang akan digelar minggu ini.

Pohon tumbang terjadi pada Jumat 1 Desember 2017 lalu sekitar pukul 14.00 WIB. Setelah diterjang angin kencang, pohon tersebut menimpa tiga ruang kelas di MI Tarbiatul Alfal.

"Batang pohonnya menimpa dua kelas sampai rusak parah, sementara ratingnya mengenai satu ruangan lagi," kata tenaga pengajar di MI Tarbiatul Alfa, Yus Sugilar, Minggu 3 Desember 2017.

Yus menjabarkan, saat kejadian kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung untuk sekitar 62 siswa kelas jauh. Sementara siswa MI diketahui sudah pulang lebih dulu.

Musibah itu menyebabkan dua siswa dan seorang guru luka-luka terkena material bangunan yang tertimpa pohon. Hal itu diakui membuat siswa lain mengalami trauma meskipun tidak terluka.

Yus mengatakan, para tenaga pengajar akhirnya mencemaskan kondisi ruang kelas yang tidak bisa lagi digunakan. Soalnya, dari tiga kelas yang ada, semuanya dalam kondisi rusak. Walaupun dipaksakan untuk menggunakan sarana yang tersisa, keselamatan para siswa dinilai dapat terancam.

"Saat ini kami sedang mengusahakan tempat belajar sementara bagi para siswa. Kalau perlu, akan kami buatkan tenda untuk para siswa. Apalagi hari Senin siswa harus menjalani ujian akhir semester," ujarnya.

Cari solusi



Yus menjelaskan, semula pihak sekolah akan menumpang ke sekolah terdekat. Akan tetapi, tidak ada sekolah yang memungkinkan karena jarak yang jauh. Sementara itu, jika menggunakan hunian warga pun tidak ada area yang mencukupi.

Jika keadaan dinilai sudah sangat darurat, pihak sekolah akan segera membangun tenda darurat. Oleh karena itu, pihak sekolah mengharapkan perhatian dan bantuan pihak terkait agar para siswa dapat melaksanakan ujian dengan kondisi yang lebih baik.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPRD kabupaten Cianjur Sapturo mengaku, telah berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cianjur. Rencananya, ia bersama perwakilan dari Kemenag akan meninjau ke lokasi dan mencari solusi terbaik bagi para siswa.

"Saya sudah berkomunikasi dengan Kemenag, karena Madrasah Ibtidaiyah menjadi kewenangan mereka. Saya minta ada penanganan secepatnya, terlebih siswa harus ujian juga. Selain itu, saya juga melakukan peninjauan, supaya penanganan bisa lebih tepat," katanya.***

Bagikan: