Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Badai petir, 28 ° C

Puncak Bogor Berkabut, Pengendara Diimbau Waspada

Hilmi Abdul Halim
ANTREAN kendaraan menuju jalur wisata Puncak di tol Jagorawi, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
ANTREAN kendaraan menuju jalur wisata Puncak di tol Jagorawi, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

CIBINONG, (PR).- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memperkirakan hujan disertai angin kencang terjadi di sebagian besar wilayah selatan Kabupaten Bogor sepanjang akhir pekan ini. Kepolisian Resor Bogor memperingatkan pengguna kendaraan lebih berhati-hati melintasi Jalur Puncak yang diselimuti kabut tebal.

Kepala Stasiun Klimatologi Bogor Boedi Suhardi menegaskan cuaca buruk di daerahnya merupakan kondisi alamiah. Menurutnya, kondisi tersebut bukan akibat pengaruh siklon tropis Cempaka atau pun Dahlia.

"Tapi (kondisi cuaca di) Puncak masih aman kok," kata Boedi memastikan, Jumat 1 Desember 2017. Meski secara umum masih kondusif, ia memperingatkan bencana angin kencang bisa saja terjadi saat hujan pagi dan menjelang sore hari di wilayah Kecamatan Gadog, Cisarua hingga Cipanas Kabupaten Cianjur.

Menurut data yang tercatat di Stasiun Klimatologi Bogor, wilayah Bogor Selatan termasuk Puncak berpotensi hujan sepanjang hari dengan intensitas ringan. Hujan akan disertai angin arah barat dan barat laut berkecepatan 15-30 kilometer per jam. Sedangkan wilayah Bogor lainnya hanya berawan.

Bagi masyarakat yang akan berkunjung ke kawasan Puncak, Boedi mengimbau terus memperhatikan kondisi cuaca. Para pengunjung juga diminta memahami wilayah yang berpotensi bencana selain mempersiapkan diri dan kendaraan yang dipakai. Mereka diharapkan mematuhi petunjuk perjalanan dari petugas kepolisian setempat.

Mengganggu pandangan



Menurut pantauan PR di sepanjang Jalur Puncak Kabupaten Bogor hingga Cianjur, kabut tebal menyelimuti wilayah perkebunan teh setelah Taman Safari Indonesia. Kabut yang cukup tebal membuat jarak pandang pengendara terbatas. Perjalanan menggunakan sepeda motor dipersulit guyuran hujan dan angin kencang.

Salah seorang pengendara sepeda motor mengaku kesulitan mengendalikan kendaraannya saat melintasi jalanan berkelok-kelok sekitar Masjid Attaawun dan perkebunan teh Gunung Mas. "Anginnya kencang, motor saya sampai goyang tadi," kata Yudi (36) saat beristirahat di kedai pinggir jalan raya dekat Masjid Attaawun.

Sementara itu menurut Kepala Urusan Pembinaan dan Operasi Lalu Lintas Polres Bogor Anaga Budiharso mengakui jarak pandang di kawasan berkabut mencapai 15-20 meter. Selain itu, kondisi jalanan juga sangat licin sehingga ia mengimbau para pengendara melaju pada kecepatan 20-30 kilometer per jam saja.

Meski kondisi cuaca buruk, Anaga mengakui kunjungan wisatawan ke Puncak tetap ramai pada hari pertama liburan panjang akhir pekan ini. Kepadatan kendaraan yang datang dari arah Jakarta membuat petugas memberlakukan sistem lalu lintas satu arah ke arah Puncak.

Rekayasa tersebut diterapkan pukul 11.00-13.00 dari arah Jakarta menuju Puncak dan ke arah sebaliknya mulai 14.00-17.00. Petugas berencana menerapkan jadwal rekayasa yang sama hingga akhir masa liburan, Minggu 3 Desember 2017 nanti.

"Pada hari pertama liburan panjang akhir pekan ini kendaraan yang melintas di Jalur Puncak mencapai sekitar 15.000 kendaraan hingga siang hari. Diperkirakan hari ini (Jumat) sampai lebih dari 20.000 kendaraan," kata Anaga. Sementara jumlah personel kepolisian yang dikerahkan mengatur lalulintas sebanyak 200 orang.*

Bagikan: