Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sebagian berawan, 24.2 ° C

Niat Razia, Satpol PP Kabupaten Bekasi Lebih Seperti Berwisata

Tommi Andryandy
ROMBONGAN yang berkamuflase menggunakan kendaraan pribadi melintasi panti pijat di Jalan Nasional Karawang-Bekasi, Selasa (28/11/2017). Dari berbagai titik 'wisata malam', razia yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Sosial, TNI dan Kepolisian, gagal mendapatkan hasil. Sejumlah tempat hiburan tutup seketika, sesaat sebelum didatangi.*
ROMBONGAN yang berkamuflase menggunakan kendaraan pribadi melintasi panti pijat di Jalan Nasional Karawang-Bekasi, Selasa (28/11/2017). Dari berbagai titik 'wisata malam', razia yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Sosial, TNI dan Kepolisian, gagal mendapatkan hasil. Sejumlah tempat hiburan tutup seketika, sesaat sebelum didatangi.*

MENGENAKAN seragam lengkap dan baret di kepala, Selasa 28 November 2017 malam, puluhan personel Satpol PP Kabupaten Bekasi memersiapkan diri. Mereka berkumpul di lobi Gedung Bupati, mendengarkan arahan pimpinan sebelum terjun ke lapangan.

Rencananya, aparat penegak peraturan daerah itu akan menertibkan praktik asusila, sesuai Perda 10 Tahun 2002 tentang Larangan Perbuatan Asusila di Kabupaten Bekasi. Sebagai sasarannya, mereka mengarah ke sejumlah warung remang-remang dan lokasi pijat jalanan. Untuk menambah kekuatan, mereka pun didukung sejumlah personel dari Kepolisian Resor Metro Bekasi Kabupaten dan Komando Distrik Militer 0509/Kabupaten Bekasi. Tidak hanya itu, kegiatan itu pun mengikutsertakan Dinas Sosial dan beberapa wartawan.

Menggunakan sejumlah kendaraan pribadi, dengan maksud mengelabui target operasi, rombongan pun mulai berjalan sekitar pukul 10 malam. Namun rencana penertiban malah jauh dari harapan, bahkan lebih seperti ‘berwisata malam’.

Rute awal, rombongan berjalan menuju Jalan Inspeksi Kalimalang tepatnya dari perempatan Tegal Danas mengarah ke timur hingga perbatasan Bekasi-Karawang. Jalur tersebut dikenal sebagai jalur wisata malam. Bagaimana tidak, di sepanjang Sungai Kalimalang itu, berjejer warung remang yang menyajikan hiburan karaoke lengkap dengan para pemandunya. Namun, saat rombongan melintas, jalur wisata berubah sepi. Para petugas penertiban pun jadi kebingungan.

Menyusuri satu demi satu warung remang yang berdiri berjejer, tidak ada yang buka. Semua pintu ditutup rapat, begitu pun jendela dan juga lampu yang biasanya berkedip meriah, justru meredup. Petugas sempat memeriksa salah satu warung tersebut, mengetuk pintu hingga mencoba membuka pintu tapi tidak berhasil. Rombongan lantas kembali bergerak lebih ke timur.

Melintasi pertigaan Desa Pasirtanjung Cikarang Pusat, terdapat beberapa warung remang yang buka lengkap dengan para gadis berpakaian mini duduk berbaris. Namun, melihat warung tersebut, rombongan justru memutar kendaraannya. Dalam perjalanan kembali, beberapa warung yang sebelumnya tutup terlihat membuka kembali, tapi rombongan malah terus bergerak, seolah tidak peduli.

Kembali menuju arah barat, rombongan berbelok ke arah utara menuju Jalan Nasional Pantura, Bekasi-Karawang. Seperti halnya di Kalimalang, di jalur pantura ini pun terdapat warung remang-remang yang menyediakan hiburan karaoke beserta pemandunya. Lebih dari itu, terdapat pula beberapa tempat pijat dengan terapis berpakaian mini. Namun, saat rombongan melintas, aktivitas khas hiburan malam itu berganti sunyi.

Tidak ada satu warung hiburan pun yang buka di lokasi yang berada di Kecamatan Cikarang Timur, begitu pula panti-panti pijat. Pintu tertutup rapat, lampu pun dipadamkan. Kali ini, tidak hanya rombongan aparat yang bingung, terlihat juga beberapa calon pengunjung yang berputar arah gara-gara lokasi tujuannya tutup.

Tidak berhenti di dua lokasi, rombongan pun beralih ke daerah Pasirsari Cikarang Selatan, tapi usaha itu pun tidak membuahkan hasil alias nihil.

Kepala Seksi Penegakkan Perda Satpol PP Kabupaten Bekasi, Kadarudin mengakui, tidak ada yang terjaring dalam operasi tersebut. “Hasil pemeriksaan dilapangan ternyata lokasi-lokasi yang kami datangi sudah tidak ada kegiatan alias tutup sehingga tidak ada yang terjaring,” kata Kadarudin.

Ia mengaku tidak mengetahui faktor utama penyebab nihilnya sasaran yang terjaring. Namun, ia mengelak jika penyebabnya diduga karena adanya kebocoran informasi razia tersebut.

“Kalau saya ngomong ada kebocoran itu saya harus tahu siapa yang membocorkan, kan gitu. Kalau ada yang bilang bocor harus tahu siapa yang membocorkan, harus saya kejar itu,” ucapnya.**

Razia serupa, kata dia, akan dilakukan dalam waktu dekat di sejumlah lokasi lainnya yang diduga menjadi tempat praktek prostitusi terselubung di Kabupaten Bekasi. “Kemungkinan di pertengahan Desember kami lakukan tahap kedua. Kalau ada yang terjaring akan kami kirim ke Pasar Rebo untuk diberikan pembinaan,” ucapnya.***

Bagikan: