Pikiran Rakyat
USD Jual 14.353,00 Beli 14.053,00 | Sebagian berawan, 22.7 ° C

Kontraktor Jembatan Soetami Terancam Penalti

Nurhandoko
Pekerja tengah sibuk mengerjakan pembangunan Jembatan Soetami atau Dobo yang membentang di atas Sungai Citanduy wilayah Kecamatan Pataruman dan Kecamatan Purwaharja , Kota Banjar. Kontraktor pembangunan jembatan terancam finalti,  denda karena pekerjaan belum tuntas sampai dengan akhir masa kontrak 29 Desember 2017.*
Pekerja tengah sibuk mengerjakan pembangunan Jembatan Soetami atau Dobo yang membentang di atas Sungai Citanduy wilayah Kecamatan Pataruman dan Kecamatan Purwaharja , Kota Banjar. Kontraktor pembangunan jembatan terancam finalti, denda karena pekerjaan belum tuntas sampai dengan akhir masa kontrak 29 Desember 2017.*

BANJAR,(PR).- Penyelesaian pengerjaan Jembatan Soetami di wilayah Dobo, di Kecamatan Pataruman, Kota Banjar , diperkirakan bakal tidak tuntas di akhir 2017. Konsekuensi keterlambatan tersebut, kontraktor pembangunan jembatan di atas Sungai Citanduy tersebut terancam mendapat sanksi penalti.

Pembangunan Jembatan Soetami sepanjang 110 meter dan lebar 7 meter tersebut dilakukan untuk menggantikan jembatan lama. Jembatan yang juga dikenal dengan nama Jembatan Dobo, merupakan akses penghubung antara Kelurahan/Kecamatan Pataruman dengan Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja.

Menghadapi berakhirnya masa kontrak 29 Desember 2017, sejumlah pekerja tampak sibuk menyelesaikan berbagai pekerjaan. Pantauan di lokasi projek senilai Rp 16 miliar tersebut, salah satu konsentrasinya menangani lokasi sekitar tiang pancang yang ada di tengah Sungai Citanduy.

Pekerja harus berpacu dengan waktu karena saat ini Sungai Citanduy sering meluap

Sementara itu di sisi sebelah utara, atau wilayah Karangpanimbal, sebagian badan jembatan sudah dipasang. Beberapa beton pracetak juga  tampak diletakkan berjajar, menunggu dipasang. 

"Sangat sulit pekerjaan tersebut beres atau selesai sesuai waktu kontrak yang berakhir 29 Desember 2017. Kami akan menjatuhkan sanksi atau penalti denda sebesar 1 per mil per hari keterlambatan.  Selain sanki penalti, penyedia jasa juga dapat terancam masuk daftar hitam, black list," tutur Sekretaris  Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman Kota Banjar, David Abdullah, Rabu, 29 November 2017.

Dia mengatakan keterlambatan tersebut disebabkan karena terjadinya kesalahan metode palaksanaan. Selain itu faktor cuaca juga ikut berpengaruh terhadap kelancaran proses pembangunan jembatan.

 

"Rekananan atau penyedia jasa, sudah seharusnya mengetahui karakteristik Sungai Citanduy. Ketika musim kemarau mestinya yang diutamakan membangun pilar yang ada di bagian tengah sungai, baru kemudian yang di ujung," ujarnya.

Sebelumnya Wakil Wali Kota Banjar Darmadji Prawirasetia, juga menyatakan ada kesalahan manajemen waktu pengerjaan jembatan yang dibangun PT Brahmakerta Adiwira tersebut. Utamanya pembangunan dua pilar jembatan yang ada di tengah Sungai Citanduy, yang seharusnya dikerjakan lebih awal.

"Apabila pengerjaan pilar di tengah sungai dikerjakan pada saat kemarau, saya kira kejadiannya tidak seperti sekarang ini. Rekanan seharusnya sudah memerkirakan cuaca yang bakal terjadi," tuturnya.***

Bagikan: