Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Langit umumnya cerah, 15.5 ° C

Para Calon Kandidat Pendamping Emil Sama Kuat

Muhammad Fikry Mauludy

BANDUNG, (PR).- Ridwan Kamil diminta untuk segera melakukan survei atau polling kandidat calon wakil gubernur yang akan mendampinginya di Pilgub Jawa Barat 2018. Waktu untuk menentukan cawagub itu selayaknya tidak melebih minggu ini.

“Kita terima semua usulan wakil gubernur, nanti kita uji ke publik, beauty contest melalui survei atau melalui berbagai event. Nanti publik bisa ikut menilai. (harus dilakukan-red) secepatnya kalau bisa, satu dua hari ini dimulai,” ujar Ketua Umum Partai Kebangitan Bangsa Muhaimin Iskandar, di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Senin 20 November 2017.

Pria yang biasa disapa Cak Imin itu menjelaskan, penentuan calon wakil gubernur yang akan mendampingi Kang Emil di Pilgub Jawa Barat 2018 harus dimusyawarahkan secara hati-hati. Ada banyak pertimbangan kandidat yang diklaim sama kuat dari masing-masing partai politik pendukung wali kota Bandung itu.

“Saya mengusulkan kepada Ridwan Kamil bahwa wakil gubernur harus disepakati partai-partai koalisi. Nah, diluncurkan saja, misalkan dari Golkar siapa, dari PKB siapa, dari PPP siapa, dari Nasdem siapa? Saya usul supaya langsung dilempar ke publik. Dalam waktu seminggu kita survei atau kita bikin semacam polling singkat misalnya,” katanya.

Dari hasil pandangan seluruh partai pendukung, semua sepakat agar calon wakil gubernur yang dipilih harus bisa memperkuat elektabilitas Ridwan Kamil. Yang lebih diprioritaskan dalam mencari pendamping Ridwan adalah kandidat yang memiliki basis suara, di luar kantong suara yang telah mengunggulkan Ridwan Kamil.

“Tentu ada tiga pertimbangan. Pertama, cocok dengan Pak RK (Ridwan Kamil), kedua zonasinya. Kalau Pak RK kuat di selatan, maka cawagubnya harus kuat di utara. Dan yang kuat di utara itu PKB, maka cawagubnya PKB. (Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful-red) Huda kita sodorkan,” ujarnya.

Novanto tersangka, tidak ganggu pilgub 



Saat ini, PKB dengan Ridwan sudah mencapai kesepakatan pada tingkat penyusunan koalisi untuk menentukan cawagub. Dari sejumlah pertemuan, semua partai telah memiliki nama untuk didorong sebagai pendamping Ridwan.

“Saya kira poinnya tidak boleh ada aksi sepihak, ya, karena itu bagusnya sih ditanya rakyat, maunya siapa yang mendampingi Kang Emil. Ini kan masih musyawarah, intinya rakyat maunya yang dampingi Kang Emil siapa?” katanya.

Cak Imin juga menganggap penetapan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto tidak mengganggu persiapan Ridwan di Pilgub Jabar 2018. “Enggak ada masalah, itu di luar konteks, ya. Enggak ada masalah karena pada dasarnya koalisi intinya PKB, PPP, Nasdem,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Syaiful Huda menyatakan kesiapannya untuk mendampingi Ridwan Kamil di Pilgub Jabar. “Kita siap, kalau sudah perintah ketua umum kita enggak bisa nolak. Jadi kita siap untuk bekerja, untuk merealisasikan instruksi ketua umum PKB,” ujarnya.

Untuk menyiapkan lajur menuju pilgub, ia akan memaksimalkan infrastruktur partai di kabupaten dan kota, hingga struktur pengurus partai hingga akar rumput. Huda ingin menggerakkan desa, memakmurkan desa, dan memenangkan desa. Kebetulan, kekuatan PKB di pantura termasuk tiga besar partai berpengaruh, mulai dari Subang, Purwakarta, hingga Indramayu.

“Di pantura, partai kita tiga besar, bahkan ada yang dua besar. Yang kedua pantura itu basis NU (Nahdlatul Ulama) artinya kalau kita pencet tombol di kyai tertentu, kyai-kyai kampung tertentu, saya kira akan mejadi suara,” tuturnya.***

Bagikan: