Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Cerah berawan, 30 ° C

Warga Karawang Diduga Banyak Jadi Korban Perdagangan Manusia di Hong Kong

Dodo Rihanto

KARAWANG, (PR).- Tim dari Dinas Sosial Kabupaten Karawang bakal berangkat ke Hong Kong untuk menelusuri seluk beluk perdagangan manusia di negara tersebut. Pasalnya, warga Kabupaten Karawang disebut-sebut banyak menjadi korban aksi kejahatan tersebut.

"Kami akan berangkat Rabu malam (15 November 2017) ke Hong Kong. Di negara ini kami akan bertemu dengan sejumlah NGO dan Kedubes RI," ujar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karawang, Setyadarma, di kantornya, Selasa 14 November 2017.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Karawang merupakan salah satu daerah yang diundang pihak NGO, yakni sebuah lembaga yang peduli terhadap korban perdagangan manusia (human trafficking). Alasannya, Kabupaten Karawang merupakan daerah yang sangat rawan terjadinya perdagangan manusia.

Menurut Setyadarma, selain bertemu NGO, pihaknya akan menelusuri dan mencari tahu korban trafficking yang berada di Hong Kong. "Selain di Hong Kong warga Karawang yang menjadi korban perdagangan manusia, terdapat juga  di Korea dan Taiwan," paparnya.

Perdagangan manusia dengan pinjaman uang



Dikatakan juga, modus operandi yang dilakukan pelaku human trafficking yaitu dengan mengiming-imingi pinjaman uang untuk berangkat dan kemudian dipotong gaji selama bekerja di sana. Setya mengaku beberapa kali pernah menangani kasus seperti itu.

Namun demikian, Setyadarma menyatakan, belum mengetahui persis berapa banyak korban perdagangan orang asal Karawang. Sebab, Dinsos  hanya menangani kasus tersebut ketika kerabatnya mengadu ke Pemkab setempat.

"Saat berangkat, mereka tidak pernah lapor ke pemerintah. Tetapi kalau sudah ada masalah, baru mereka lapor. Jadi kami tidak tahu persis jumlah korbannya, mungkin ratisan orang," katanya. ***

Bagikan: