Pikiran Rakyat
USD Jual 14.099,00 Beli 14.197,00 | Sedikit awan, 19.8 ° C

Pemprov Jabar Tak Boleh Menyerah Usulkan Nama Calon Pahlawan Nasional

Yusuf Wijanarko

BANDUNG, (PR).- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat mendorong pemerintah provinsi terus mengusulkan para tokoh asli Jawa Barat kepada pemerintah pusat agar bisa mendapatkan gelar pahlawan nasional.

"Kalau sampai sekarang belum berhasil dalam hal pengusulan tokoh Jawa Barat menjadi pahlawan nasional, jangan patah semangat, Pemprov Jabar jangan patah arang, terus dorong dan terus ajak pihak terkait agar pengusulan tokoh asal Jawa Barat untuk jadi pahlawan nasional bisa terealisasi," kata anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Abdul Hadi Wijaya, di Bandung, Kamis 2 November 2017.

Sebelumnya, sejumlah tokoh asal Jawa Barat pernah diusulkan menjadi pahlawan nasional seperti Raden Ayu Lasminingrat. Ia adalah pelopor kemajuan wanita Sunda dan pendiri Sakola Kautamaan Istri asal Garut.

Pada 2010, Raden Ayu Lasmingrat pernah didorong untuk mendapat gelar pahlawan nasional oleh Pemkab Garut namun akhirnya gagal karena kajian ilmiah mengenai tokoh Raden Ayu Lasminingrat dan sepak terjangnya waktu itu dinilai belum lengkap sehingga belum memenuhi kategori nomine pahlawan nasional.

Menyikapi gagalnya pengusungan sejumlah tokoh asal Jawa Barat agar menjadi pahlawan nasional, Abdul Hadi mengusulkan agar Pemprov Jawa Barat melengkapi segala persyaratan seperti menambah kajian ilmiah dan dokumentasi tokoh tersebut.

"Mungkin kajian ilmiah seperti dari akademisi contohnya, ahli sejarah, budayawan, atau kalau bisa dari saksi yang masih hidup atau pihak terkait harus lebih dilengkapi lagi kemudian dokumentasi-dokumentasinya juga harus dilengkapi," kata dia.

"Jadi, untuk Pemprov Jabar, melalui Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD), jangan patah semangat, tetap perjuangan tokoh-tokoh asal Jabar yang memang pantas jadi pahlawan untuk mendapat gelar pahlawan nasional," kata dia seperti dilaporkan Antara.

Lebih lanjut ia mengatakan, adanya pemberian gelar pahlawan nasional adalah salah satu upaya pemerintah supaya generasi masa kini bisa memahami perjuangan dan sumbangsih para tokoh terdahulu untuk negara ini.

KH Anwar Musaddad



Tahun 2015, ulama besar dan akademisi asal Garut, KH Anwar Musaddad juga pernah disulkan menerima gelar pahlawan nasional namun kembali gagal.

Hingga saat ini, ada 13 tokoh lainnya dari Jawa Barat yang telah mendapat gelar terhormat tersebut yaitu Otto Iskandardinata, Raden Dewi Sartika, KH Zaenal Mustofa, Mr. Kusuma Atmaja, RE Martadinata, Ir. H Juanda, Iwa Kusuma Sumantri, Gatot Mangkupraja, Maskun Sumadireja, KH Noer Alie, Rade Mas Tirto Adhi Surjo, KH Abdul Halim, dan Mr. Sjafruddin Prawiranegara.

KH Anwar Musaddad dinilai memenuhi kriteria sebagai pahlawan nasional karena memiliki integritas moral dan keteladanan, berjasa terhadap bangsa dan negara, setia dan tidak mengkhianati bangsa dan negara, serta tidak pernah penjara karena melakukan tindak pidana.

Ia pernah melahirkan gagasan besar yang dapat menunjang pembangunan. Dalam melaksanakan dakwahnya, ia memakai metode baru yaitu metode visual yang menyebabkan dakwahnya dihadiri ribuan orang dari berbagai tempat negara seperti Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam. Gagasannya untuk mengintelektualkan ulama dan mengulamakan kaum intelektual diwujudkan dengan mendirikan PTAIN di Yogyakarta, IAIN Sunan Kalijaga, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan Universitas Garut.

Ketika ditawari Kartosuwiryo untuk bergabung dengan DI/TII, KH Anwar Musaddad menolaknya dengan tegas. Selain itu, ia pernah ditawari menjadi mufti di Kerajaan Brunei Darussalam tetapi juga ditolaknya.***

 

Bagikan: