Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Cerah berawan, 30.1 ° C

Pembuat Mi Berformalin Diciduk Polisi

Windiyati Retno Sumardiyani
WAKIL Polresta Tasikmalaya Mujianto (kanan) menunjukkan mi berformalin yang diproduksi di Kampung Cieunteung, Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Senin, 30 Oktober 2017. Polresta Tasikmalaya mengamankan 3,5 kuintal mi basah siap jual, 70 liter formalin, dan 3,5 kilogram boraks.*
WAKIL Polresta Tasikmalaya Mujianto (kanan) menunjukkan mi berformalin yang diproduksi di Kampung Cieunteung, Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Senin, 30 Oktober 2017. Polresta Tasikmalaya mengamankan 3,5 kuintal mi basah siap jual, 70 liter formalin, dan 3,5 kilogram boraks.*





TASIKMALAYA,(PR).- Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Tasikmalaya mengungkap industri pengolahan mi berformalin di Kota Tasikmalaya. Polresta Tasikmalaya mengamankan pembuat produksi mi basah menggunakan zat tambahan berbahaya yakni formalin dan borax di Kampung Cieunteung, Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, UJ (49). Mi berformalin tersebut diduga dipasarkan di Kota Tasikmalaya. 

Dari rumah tersangka, Satreskrim Polresta Tasikmalaya mengamankan kurang lebih 3,5 kuintal mi basah siap edar yang diduga dibuat menggunakan zat formalin. Polresta Tasikmalaya juga menyita 70 liter formalin dan 3,5 kilogram borak.

Kasatreskrim Polresta Tasikmalaya Bimo Moernanda mengatakan, pengungkapan pembuat mi berformalin berawal dari pemeriksaan rutin Polresta Tasikmalaya di sejumlah pasar di Kota Tasikmalaya. Dari sampel mi yang yang didapat dari pasar kemudian diperiksa di Badan Pengawas Obat dan Makanan Bandung, dipastikan beberapa sampel mi tersebut mengandung formalin. 

"Dari situ, kami cari informasi dari mana asal dari mi tersebut. Memang agak sulit melacak kebenaran informasi ini. Anggota kami juga sempat menyamar untuk menjadi pembeli. Namun si pembuat sempat mengelak dan menyembunyikan barang bukti, itu formalinnya sampai disimpan di kamar mandi, rumahnya juga ditutup rapat," ucap Bimo di Polresta Tasikmalaya, Senin, 30 Oktober 2017.

Sebaran mi berformalin



Hingga saat ini Satreskrim Polresta Tasikmalaya sudah memeriksa tiga saksi terkait kasus tersebut. Namun demikian, Polresta Tasikmalaya baru mengamankan UJ, yang diduga sebagai pemilik industri rumahan mi formalin itu. Menurut pengakuan tersangka, mi berformalin tersebut mulai diproduksi sejak 3 tahun lalu. 

"Kami juga masih menyelidiki sebaran mi formalin ini di mana saja. Dalam sehari, mereka bisa memproduksi 3 sampai 4 kuintal mi.  Mi formalin diminati pedagang mie atau pedagang bakso karena daya tahannya yang lama yakni sampai 18 jam. Sementara yang tanpa formalin hanya bertahan 6 sampai 8 jam," ucap Bimo.

Atas perbuatan tersangka, pelaku terancam hukuman minimal 5 tahun penjara sesuai dengan pasal 136 huruf b pasal 75 ayat 1 huruf B nomor 18 tahun 2012 tentang pangan.***

















Bagikan: