Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 29.1 ° C

Setelah Menikah, Pengantin Pria Kembali ke Balik Jeruji

Bambang Arifianto
SEORANG tahanan kasus narkoba melangsungkan pernikahan di Mapolresta Depok. Proses akad nikah berlangsung di Masjid Al Ikhlas Polresta Depok, Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Jumat 27 Oktober 2017.*
SEORANG tahanan kasus narkoba melangsungkan pernikahan di Mapolresta Depok. Proses akad nikah berlangsung di Masjid Al Ikhlas Polresta Depok, Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Jumat 27 Oktober 2017.*

DEPOK, (PR).- Jumat 27 Oktober 2017, menjadi hari yang tak terlupakan bagi tahanan kasus narkoba Polresta Depok berinsial D. ‎Hari itu, D resmi mengakhiri masa lajang dengan menikahi perempuan pujaan hatinya.

Uniknya, pernikahan itu dilaksanakan dalam kondisi yang tak normal. Karena berstatus tahanan, D menikah di Masjid Al Ikhlas Polresta Depok, Jalan Margonda Raya, tadi pagi.

Meskipun dilaksanakan dengan sederhana, acara pernikahan itu tak kehilangan kesakralannya. Pihak keluarga calon mempelai juga turut menghadiri acara tersebut.

Selepas akad nikah, isak tangis dan keharuan menyelimuti kedua pasangan ‎beserta keluarganya. Peluk bahagia dan senyuman terkembang meski rintik air mata juga menyertai. Kedua mempelai yang baru resmi berumah tangga pun mesti kembali berpisah terhalang jeruji besi tahanan.

"Kita ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa Polri melayani semua pihak sesuai muruah atau spirit secara universal. Kita memerangi kejahatannya, bukan orangnya," kata Malvino, Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Depok.

Tersangkut sabu 1 gram



Tersangka D merupakan tahanan narkoba kasus kepemilikan sabu. Dia sudah ditahan selama satu setengah bulan. Polisi menyita barang bukti sabu seberat 1 gram lebih dalam kasusnya.

Hal senada diungkapkan Wakil Kepala Polresta Depok Faizal Ramadhani. Sebelum ditangkap, tuturnya, D memang sudah merencanakan pernikahannya.

Pihak keluarga tak banyak berkomentar setelah pernikahan itu selesai. Mereka langsung meninggalkan masjid Polresta Depok.

Pernikahan tersebut menuai apresiasi Imam, warga Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung. Menurut dia, pernikahan adalah persoalan kemanusiaan yang tak boleh dihalang-halangi.

"Tindakan itu harusnya dicontoh kantor-kantor kepolisian," katanya. Namun, Imam meminta kegiatan tersebut jangan dikomersialisasikan.***

Bagikan: