Pikiran Rakyat
USD Jual 14.558,00 Beli 14.460,00 | Hujan petir singkat, 22 ° C

Kecelakaan Lalu Lintas di Jawa Barat Didominasi Kelalaian Pengendara

Gelar Gandarasa
KAPOLRES Indramayu Arif Fajarudin (tengah) beserta Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Jabar Asep Pujiyono  (kedua kanan) memberikan sosialisasi keselamatan berlalu lintas di Bumi Patra Indramayu, Selasa 17 Oktober 2017.*
KAPOLRES Indramayu Arif Fajarudin (tengah) beserta Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Jabar Asep Pujiyono (kedua kanan) memberikan sosialisasi keselamatan berlalu lintas di Bumi Patra Indramayu, Selasa 17 Oktober 2017.*

INDRAMAYU, (PR).- Angka kecelakaan lalu lintas didominasi oleh kelalaian pengguna jalan. Provinsi Jawa Barat sendiri menduduki peringkat ketiga tertinggi dalam hal angka kecelakaan lalu lintas. Masyarakat diimbau untuk lebih hati-hati lagi dalam menjalankan kendaraannya.  

Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Jawa Barat, Asep Pujiyono mengatakan, saat ini masyarakat masih menyepelekan soal keselamatan berlalu lintas. Misalnya saja, tidak menggunakan helm saat menggunakan kendaraan roda dua. Padahal tindakan itu sangat membahayakan keselamatan.

“Menyepelekan karena jarak yang dekat misalnya,” ujar Asep saat memberikan sosialisasi keselamatan berlalu lintas di Bumi Patra, Indramayu, Selasa 17 Oktober 2017.

Asep memaparkan, kecerobohan tersebutlah yang membuat banyak kecelakaan terjadi. Kebanyakan di Jawa Barat, kecelakaan diakibatkan oleh kelalaian manusia itu sendiri. Terbanyak terjadi pada pengendara roda dua.

“Kita bisa lihat bagaimana pengendara roda dua saat mengendarai kendaraannya. Ada yang ngebut atau ugal-ugalan,” kata dia.

Contoh lainnya adalah tidak fokusnya pengendara saat mengendarai kendaraannya. “Lebih baik lambat sampai tujuan asal kita selamat,” tutur dia.

Peringkat ke-3 nasional



Banyaknya kecelakaan lalu lintas membuat Provinsi Jawa Barat menduduki posisi ketiga terbesar dengan angka kecelakaan tertinggi. Setelah Provinsi Jawa Tengah dan Timur.

“Kita hampir sama jumlah kecelakaannya,” ujar dia.

Sementara itu, kata Asep, di Kabupaten Indramayu minggu kemarin terdapat 14 kecelakaan lalu lintas dengan satu meninggal dunia. Bila dirata-ratakan berarti dalam sehari terdapat dua kecelakaan lalu lintas. Ia mengatakan, hal tersebut haruslah menjadi perhatian serius bagi masyarakat.

“Kepada masyarakat diharapkan dalam mengendarai kendaraan haruslah betul-betul waspada dan antisipasi. Utamakan keselamatan,” kata dia.

Terlebih di Indramayu terdapat sejumlah jalur tengkorak. Sebut saja jalur Pantura Indramayu. Di jalur tersebut kerap terjadi kecelakaan yang tak jarang memakan korban. Baik disebabkan oleh kondisi jalan yang buruk ataupun karena kelalaian manusia.

Sejauh ini, sejumlah upaya telah dilakukan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di Jawa Barat. Selain penindakan, sosialisasi juga terus gencar diberikan kepada masyarakat dengan melibatkan komunitas-komunitas pengguna jalan. Soalnya untuk menekan angka kecelakaan diperlukan keterlibatan dari semua pihak. Termasuk kesadaran berlalu lintas masyarakat itu sendiri.

Dalam kesempatan sama, Kapolres Indramayu Arif Fajarudin membenarkan, jumlah kecelakaan memang cukup sering terjadi. Hal tersebut haruslah menjadi perhatian dari semua pihak. Untuk itu, sosialisasi keselamatan berlalu lintas tetap diberikan kepada masyarakat. "Mudah-mudahan bisa menekan angka kecelakaan," kata Arif.***

Bagikan: