Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Umumnya cerah, 27 ° C

Makin Terbatasnya Kesempatan Kerja Laki-laki, Berdampak Serius

Ahmad Rayadie

PALABUHANRATU, (PR). Bupati Sukabumi Marwan Hamami mendesak agar para pengusaha memberikan upah layak sesuai upah minimum kerja (UMK) bagi seluruh karyawannya. Dia juga meminta para pelaku usaha   untuk menambah kuota lapangan kerja bagi laki-laki.

Hal tersebut diungkapkan Marwan Hamami saat melakukan  serangkaian kunjungan  ditiga perusahaan terbesar di Kabupaten Sukabumi, Jumat, 29 September 2017. Ia didampingi para pejabat di lingkungan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan perwakilan  Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).

Desakan tersebut seiring bergulirnya sejumlah aspirasi mengenai  peluang laki-laki memperoleh kesempatan kerja terbatas dibandingkan dengan perempuan.

“Karena itu, perusahaan harus membuka peluang lebih banyak bagi laki-laki untuk mendapatkan pekerjaan. Disamping itu,  para pelaku usaha harus memberikan upah yang layak bagi karyawannya sesuai dengan perundan-undangan,” katanya.

Sebenarnya, kata Marwan Hamami  kehadiran  sejumlah perusahaan  dapat peningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Apalagi keberadannya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat secara bertahap. Terutama  dapat segera  mengubah struktur perekonomian ke arah yang lebih baik.

“Tapi  di perjalanannya, kehadiran industri  bukan hanya menimbulkan dampak positif saja. Tapi dapat menimbulkan dampak negatif apabila tidak segera dimanajemen secara baik. Termasuk persoalan  penyerapan tenaga kerja hingga mobilisasi karyawan yang dapat menimbulkan gangguan lalulintas,” katanya.

Ketahanan keluarga rapuh



Sebelumnya, komunitas perempuan yang tergabung Forum Wanita (Forwa) Sukabumi sempat mendesak agar  Pemkab Sukabumi segera merealisasikan pembuatan Peraturan Daerah (Perda) tentang penyerapan lowongan tenaga kerja (Lowker) laki-laki. Langkah tersebut perlu segera direalisasikan seiring kekhawatiran akan berimbas semakin rapuhnya ketahanan keluarga

“Selain tergesernya nilai fungsi dan peran  pasangan suami istri  pada keluarganya. Tapi akan  memicu  meningkatnya tindakan kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Sukabumi," kata Ketua Forum Wanita (Forwa) Sukabumi, Elis Nurbaeti.

Elis Nurbaeti mengatakan lebih mencemaskan salah satu pergeseran yang paling terlihat, peran ibu dalam pengasuhan anak kini tidak lagi optimal. Bahkan sebagian besar nyaris rata-rata digantikan oleh neneknya. “Sehingga  memicu salah asuh yang berdampak pada perilaku sang anak,” katanya.

Dari data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Kabupaten Sukabumi 2016 lalu, kata Elis Nurbaeti, penyerapan tenaga kerja  masih didominasi perempuan. Dari dari 13.533 orang pencari kerja yang berhasil lolos memperoleh pekerjaan, ternyata sebanyak 7.073 orang merupakan kaum hawa.  Hampir sebagian besar mendominasi lapangan kerja di sektor garmen.

”Seluruh  perusahaan yang beraktivitas diwilayah kabupaten Sukabumi sebagian besar karyawannya didominasi kaum perempuan. Forwa  memastikan tidak kurang 80% karyawan pabrik kini telah dikuasai kaum hawa. Sedangkan kaum pria hanya memperoleh porsi kurang dari 20%,” katanya.

Sebenarnya, kata Elis Nurbaeti kebijakan pemerintah terhadap para investor dapat dilakukan dengan memberikan pertimbangan persyaratan perekrutan karyawan secara proporsional antara laki-laki dan perempuan. Pengawasan perekrutan secara ketat diharapkan dapat mendortong komposisi minimal lowongan kerja sekitar  40 hingga 50 persen  bagi laki-laki.

“Bila tidak mengindahkan kebijakan tersebut, perusahaan tersebut dicabut ijin usahanya. Pengawasan tersebut harus ketat,” katanya.

Rekrut karyawan laki-laki



Ketua Dewan Pimpinan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)  Kabupaten Sukabumi,  Ning Wahyu  mengatakan merespon keinginan kepala daerah. Bahkan dalam waktu dekat di rencanakan  akan ada perusahaan menginventasikan usahanya  yang membutuhkan lapangan kerja didominasi para tenaga kerja laki-laki.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan ada perusahaan yang membutuhkan banyak tenaga kerja laki-laki. Dari seluruh karyawannya, diperkirakan sebanyak 90 persen laki-laki akan dipekerjakan dip erusahaan tersebut,” katanya. ***

 

Bagikan: