Pikiran Rakyat
USD Jual 14.185,00 Beli 13.885,00 | Umumnya berawan, 22 ° C

#KlipingPR Warga Ciamis Ini Bongkar Makam Keramat Demi Harta Karun

Gita Pratiwi A
SALAH satu bekas peninggalan yang ada di situs Astana Gede Kawali di Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Kamis 20 Oktober 2016.*
SALAH satu bekas peninggalan yang ada di situs Astana Gede Kawali di Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Kamis 20 Oktober 2016.*

26 September 1994, Gara-gara seorang warga mengaku dapat ‘wangsit’ dalam mimpi, sebuah makam keramat di Ciamis pun dibongkar. Makam tersebut dikenal dengan Makam Maharajasakti di Dusun Margajaya Desa Winduraja Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis. Makam dikeramatkan karena usianya yang sudah berpuluh-puluh tahun.

Cerita ini dimuat di Pikiran Rakyat 26 September 1994. Berawal dari penduduk dusun Nyonya Teti (30) yang bermimpi dapat ‘wangsit’. Teti mengaku, dalam mimpinya, di dalam makam tersebut terdapat harta karun berupa emas pehiasan. Selain itu cara pengambilannya pun dituturkan Teti, harus oleh orang Cirebon asli.

Teti pun menceritakan mimpinya itu kepada hampir setiap orang yang ditemuinya. Salah satunya   Didi Rohidi, tetangganya. Didi pun menyampaikannya kembali penuturan Teti kepada Emp (45) yang berasal dari Cirebon.

Tergiur akan cerita Teti, Emp pun melakukan semedi selama 40 hari. Pada 12 September 1994 malam, ia pun nekat menggali makam keramat tersebut. Teti dan Didi Rohadi turut membantu aksi itu.

Apa yang didapatkan ketiga orang ini?



Alih-alih menemukan sebongkah perhiasan emas, ketiganya hanya menemukan tulang kerangka manusia biasa di dasar makam. Aksi mereka pun menjadi bulan-bulanan warga. Soalnya warga dibuat geger dengan kerusakan makam. Dikiranya, makam dirusak karena telah terjadi pembunuhan di Winduraja. Warga menerka korban pembunuhan disimpan di makam keramat menggantikan isi sebenarnya.

Warga pun melaporkan kecurigaannya ke aparat desa dan Polsek Kawali. Atas dasar kecurigaan itu pula, pada 14 September 1994 makam keramat itu digali lagi. Akhirnya, penemuan sandal jepit di makamlah yang membawa aparat ke identitas pembongkarnya.

Hal itu juga dibenarkan Pejabat sementara Kepala Desa Winduraja Nursamsi. Menurut pria berpangkat Koptu TNI AD itu, ketiga penggali kubur telah diperiksa dan akan dimintai pertanggungjawabannya.

“Saya mengimbau agar masyarakat jangan mudah terpancing isu atau informasi yang bersumber dari mimpi. Buktinya para penggali makam keramat ini tidak menemukan apa-apa,” kata Nursamsi.***

Bagikan: