Pikiran Rakyat
USD Jual 14.027,00 Beli 14.125,00 | Cerah berawan, 28.6 ° C

Siswa SMP Meregang Nyawa Saat Tawuran

Shofira Hanan
Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman (kedua dari kiri) saat menjenguk siswa Al Fatma yang dirawat di IGD RSUD Sayang, Cianjur, Jumat, 15 September 2017. Herman akan menerapkan jam pulang sekolah berbeda di setiap sekolah, untuk meminimalkan potensi tawuran antar pelajar.*
Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman (kedua dari kiri) saat menjenguk siswa Al Fatma yang dirawat di IGD RSUD Sayang, Cianjur, Jumat, 15 September 2017. Herman akan menerapkan jam pulang sekolah berbeda di setiap sekolah, untuk meminimalkan potensi tawuran antar pelajar.*

CIANJUR, (PR).- Seorang pelajar sekolah menengah pertama meninggal dunia usai mengalami kecelakaan saat tawuran. Siswa kelas VIII SMP Al Fatma itu, meninggal di tempat setelah motor yang dikendarai bersama empat temannya menabrak sebuah pohon mahoni.

Petugas Forensik RSUD Sayang, Soni mengatakan, siswa atas nama Rizky (14) itu mengalami luka berat di bagian kepala, karena motor matic yang dikendarai rekannya menghantam pohon di kawasan Kampung Cibinong Garduh, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku.

”Motor oleng karena pengemudinya terkena lemparan balok dari siswa sekolah lain. Akhirnya, kelimanya terjatuh tapi hanya korban yang meninggal. Dua temannya luka berat dan kritis, karena terluka di kepala dan tangan,” kata Soni, Jumat, 15 September 2017.

Ia melanjutkan, dua rekan korban yang dalam keadaan kritis adalah Agung (14) dan Hikam (14). Keduanya hingga kini masih berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mendapat perawatan intensif. Sementara itu, dua rekan lainnya diketahui selamat dan langsung dipulangkan usai kejadian.

Lebih rinci dijelaskan, kejadian yang memakan korban jiwa itu berawal dari perseteruan antar siswa SMP Al Fatma dan SMP Al Majiah di Facebook. Para siswa masing-masing sekolah bersitegang melalui media sosial tersebut, sampai akhirnya sama-sama terpancing emosi.

Bermusuhan sejak lama



Menurut dia, karena perseteruan itu siswa kedua sekolah pun akhirnya bermusuhan sejak lama. Kejadian pun terjadi, ketika Rizky dan empat rekannya pulang sekolah pada pukul 13.00 WIB menggunakan sebuah motor matic yang membawa lima orang sekaligus.

”Di perjalanan, mereka melihat ada kerumunan siswa dari sekolah lain yang bermusuhan itu. Karena takut, pengemudinya tancap gas untuk kabur. Sayangnya, mereka ketahuan dan salah satu siswa dari kerumunan itu melemparkan kayu ke arah motor Rizky beserta kawannya,” ujarnya.

Sejak awal, siswa yang menyerang Rizky dan rekannya memang berniat untuk membalaskan dendam kepada siswa di SMP Al Fatma. Hal itu dibuktikan, dengan ditemukannya sebuah gear yang sudah dipersiapkan sebagai senjata untuk tawuran.

Atas kejadian tersebut, orangtua Rizky mengaku terkejut dan akan membawa kasus tersebut ke jalur hukum. Apalagi, putra sulungnya meninggal secara mengenaskan dalam aksi yang dipicu dendam antar sekolah itu.***

Bagikan: