Pikiran Rakyat
USD Jual 14.558,00 Beli 14.460,00 | Berawan, 22.1 ° C

Sebar Uang Palsu, Kakek 58 Tahun Diciduk

Tommi Andryandy

CIKARANG, (PR).- ET (58), ditangkap Kepolisian Sektor Tambun Kabupaten Bekasi, Selasa 12 September 2017. Kakek asal Karawang tersebut diringkus setelah kedapatan menyebarkan uang palsu pecahan Rp 100.000. Dia ditangkap bersama barang bukti uang palsu sebanyak 30 lembar.

Aksi ET pertama kali tercium oleh salah seorang pemilik warung kelontong, MR, di Desa Mekasari Kecamatan Tambun Selatan. Kepada MR, ET membeli sebungkus rokok dengan menggunakan uang Rp 100.000. Namun, usai bertransaksi, MR mencurigai uang yang digunakan ET palsu.

“Mendapat laporan dari masyarakat, kami selanjutkan mendatangi lokasi dan mengamankan pelaku. Awalnya yang bersangkutan mengelak, namun kami dapati uang serupa padanya sebanyak 30 lembar,” kata Kepala Polsek Tambun, Bobby Kusumawardhana.

Modus penyebaran yang dilakukan ET, cenderung konvensional. Dia membelanjakan uang tersebut kepada warung kecil. Menggunakan uang pecahan besar, dia membeli barang dengan nominal kecil agar mendapat uang kembalian.

“Setelah berbelanja di warung milik MR, pelaku ini berbelanja di warung kelontong yang juga letaknya berdekatan dengan warung MR, yaitu milik saudari A. Modusnya sama, membeli rokok. Dari aksi di dua tempat ini, kami dapati barang bukti lain berupa uang asli Rp 149.000, hasil kembalian warung. Saat hendak melakukan aksi berikutnya, pelaku kami tangkap,” kata dia.

ET merupakan pria kelahiran Pontianak yang kini berdomisili di Desa Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang.

Hasil uang palsu dibagi rata



Berdasarkan hasil pemeriksaan, ET mendapat uang palsu tersebut dari kerabatnya, AM, warga Bogor. AM menelepon ET terkait uang palsu, kemudian ET mendatangi AM di kediamannya di Perumahan Telaga Kahuripan Bogor.

Uang palsu senilai Rp 3 juta diberikan AM pada ET untuk disebarkan. Keduanya kemudian bersepakat, hasil dari penyebaran uang nantinya dibagi rata.

“Jadi ET ini tidak membeli uang palsu, tapi dihubungi oleh tersangka lain. ET diimingi keuntungan yang dibagi dua. Jadi hasil penyebarannya, atau uang kembaliannya dikumpulkan kemudian dibagi dua. Tapi aksi ini berhasil terbongkar,” kata Bobby.

Diungkapkan Bobby, pihaknya ini tengah mengumpulkan informasi untuk menangkap AM. Sedangkan ET kini ditahan di Mapolsek Tambun. ET dijerat pasal 244 Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang peredaran uang palsu dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun penjara.***

Bagikan: