Pikiran Rakyat
USD Jual 14.014,00 Beli 14.112,00 | Langit cerah, 18.3 ° C

Warga dari 2 Kampung di Sukabumi Keracunan Sate Kurban

Ahmad Rayadie
Camat Cicurug, Agung, Sabtu 2 September 2017 menengok warganya yang keracunan daging sate kurban. Keracunan menimpa warga yang tersebar di dua kampung Desa Kuta Jaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.
Camat Cicurug, Agung, Sabtu 2 September 2017 menengok warganya yang keracunan daging sate kurban. Keracunan menimpa warga yang tersebar di dua kampung Desa Kuta Jaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

SUKABUMI, (PR).- Sebanyak 24 orang warga dari dua kampung di Desa Kuta Jaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Sabtu 2 September 2017 dievakuasi warga ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Cicurug. Korban yang berasal dari Kampung  Pasir Tengah RT 04/03 dan  Kampung Benteng RT 5/5 itu diduga keracunan setelah mengkonsumsi sate dari daging kurban. Beruntung, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa.

Keracunan sate kambing sempat membuat panik anggota keluarga. Para korban lantas dievakuasi menggunakan kendaraan roda dua untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan. Apalagi ada sebagian korban yang masih berusia balita dan dalam kondisi mengkhawatirkan

“Kami membawa seluruh korban ke rumah sakit setelah memperoleh laporan dari warga lainnya. Mereka diduga keracunan akibat mengkonsumsi sate kurban,” kata warga Kuta Jaya, Rulli.

Rulli mengatakan warga tanpa dikomando langsung mengevakuasi satu-persatu korban setelah mengeluhkan rasa sakit dikepala dan mual-mual pada perutnya. Bahkan di antara korban yang masih satu keluarga, sebelum dievakusi mengalami kejang-kejang.

“Ada korban keracunan yang merupakan satu keluarga. Mereka sempat mengalami kejang-kejang dan muntah-muntah setelah mengkonsumi sate kambing tersebut,” katanya

Camat Cucurug, Agung mengatakan tim medis berhasil memberikan pertolongan kepada seluruh korban. Kondisi kesehatan para korban telah berangsung-angsur membaik.

“Tim medis yang langsung ditangani dr Teddy telah berhasil memulihkan seluruh korban keracunan. Mereka kini dalam kondisi stabil. Kendati ada beberapa warga yang masih diinfus untuk menghindari dehidrasi,” katanya

Diduga berasal dari bumbu sate



Agung mengatakan korban diduga keracuan sehari setelah mengkonsumsi daging kurban. Keracunan daging yang dikonsumsi baru terasa belasan jam kemudian. Mereka mayoritas mulai merasa mual-mual, sakit perut, pusing, disertai buang air besar (BAB) secara terus menerus. “Bahkan ada beberapa korban mengalami panas tinggi pada tubuhnya,” kata Agung.

Tim medis, kata Agung, segera melakukan  langkah pengobatan darurat dengan pemberian cairan infus. Langkah yang dilakukan tim medis Puskemas Cicurug, karena kondisi sebagian besar korban dalam kondisi lemah mengingat kerap BAB secara terus menerus. “Dari hasil pemeriksaan sementara hanya dehidrasi sedang, maka penanganan masih bisa dilakukan di Puskemas,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan semetara, kata Agung, tim medis menduga keracunan  diakibatkan bumbu sate kacang. Sebagian bumbu yang masih terbungkus dan telah diolah diambil sebagai sampel.  Bumbu tersebut dibuat oleh salah seorang warga.

“Sampel tersebut akan segera dikirim ke laboratorium Bandung dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi,” kata Agung.***

Bagikan: