Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sebagian berawan, 18.8 ° C

Mensos Kunjungi Makam Pelajar SD yang Tewas di Sukabumi

Ahmad Rayadie
MENTERi Sosial (Mensos) Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukabumi, Yani Marwan Hamami dan  Kepala Kepolisian resort (Kapolres) Sukabumi, M Syahduddi, Jumat 11 Agustus 2017 tengah berdoa di makam  pelajar korban dugaan pemukulan rekannya.  Mensos  sempat memanjatkan doa dipusara SR (6) pelajar kelas 2 SDN Lengkoweng, Desa Hegarmanah,  Kecamatan Cicantayan,  Kabupaten Sukabumi.*
MENTERi Sosial (Mensos) Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukabumi, Yani Marwan Hamami dan Kepala Kepolisian resort (Kapolres) Sukabumi, M Syahduddi, Jumat 11 Agustus 2017 tengah berdoa di makam pelajar korban dugaan pemukulan rekannya. Mensos sempat memanjatkan doa dipusara SR (6) pelajar kelas 2 SDN Lengkoweng, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi.*

SUKABUMI, (PR)- Menteri  Sosial (Mensos) Republik Indonesia,  Khofifah Indar Parawansa, Jumat 11 Agustus 2017 melakukan serangkaian ziarah ke makam  pelajar korban dugaan pemukulan rekannya.  Didampingi keluarga, menteri sempat memanjatkan doa dipusara SR (6) pelajar kelas 2 SDN Lengkoweng asal Desa Hegarmanah,  Kecamatan Cicantayan,  Kabupaten Sukabumi.

Terlihat keluarga korban hanyut dalam kesedihan saat Khofifah Indar Parawansa tengah memanjatkan doa. Sebelum berziara mensos sempat mendatangi rumah keluarga korban.

Dia datang diantar Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukabumi,  Yani Marwan Hamami dan  Kepala Kepolisian resort (Kapolres) Sukabumi, M Syahduddi kerumah korban di kampung Citiris yang berada tidak jauh dari lokasi sekolah korban.  “Kami  tidak hanya hadir di sini untuk bertakziah  ke keluarga korban. Tapi berdoa  dipusara makam pelajar  SD itu,” katanya.

Khofifah Indar Parawansa menegaskan menyerahkan penanganan kematian pelajar itu sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Begitupun  terkait  mengenai penanganan pengawasan dan manajemen sekolah mengenai perlindungan kepada para pelajar diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi, yakni Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi.

“Kami datang ke Sukabumi ingon melihat bagaimana kondisi di lapangan. Apalagi  kedatangan ini berkaitan dengan tugas dan fungsi Kementerian Sosial di sini,” katanya.

Menjadi Cambuk 



Khofifah Indar Parawansa mengatakan persitiwa tragis yang menimpa SR,  harus menjadi cambuk tidak hanya bagi dunia pendidikan. Tapi menjadi intropeksi bagi seluruh dinas, lembaga dan institusi lainnya mengenai pentingnya manajemen sekolah. Apalagi informasi yang beredar, SR merupakan korban perundungan rekannya sejak lama.

“Sambil menunggu hasil otopsi dan penyelidikan dari pihak kepolisian, kami mengajak semua pihak agar memnghindari kekerasan dalam bentuk apapun, baik lisan maupun fisik. Bulan lalu kita dikagetkan dengan aksi perundungan sekolompok anak SD dan SMP,” katanya.

Khofifah Indar Parawansa mengingatkan agar seluruh orangtua untuk tidak begitu lepas begitu saja  membimbing dan mengawasi anak-anaknya. Apalagi tanggung jawana saat  berada di sekolah tidak hanya guru. Tapi keterlibatan orangtua saat anak-anaknya berada di lingkungan sekolah.

"Dikhawatirkan disengaja atau tidak postingan berbagai kekerasan di media sosial mempengaruhi sikap anak-anak. Dan tidak menutupkemungkinan, tontonan di televise yang setiap hari diliha dan bisa saja ditiru,” katanya.

Bahkan, kata Mensos, dulu pernah ada acara televise berisikan berbagai tayangan kekerasan yag dikemas dalam program Smack Down. Namun setelah kritikan karena dikhawatirkan ditiru secara otomatis anak-anak tayangan kini telah dihentikan.

“Bimbingan dan pengawasan orangtua menjadi hal yang nomor satu. Anak-anak  akan melihat akan berdampak bagaimana tontonan yang mereka lihat terhadap diri dan lingkungannya,” katanya.

Sahabat Anak.



Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Sukabumi M Syahduddi mengatakan, untuk memulihkan sikap trauma pasca kasus kematian SR, kini personel kepolisian  melakukan serangkaian kegaiatan. Program yang melibatkan para pelajar di SDN Lengkoweng, melakukan serangkaian pendekatan dengan mengedapankan  dialogis.

“Kami melakukan berbagai kegiatan dalam bentuk memberikan traumatic healing. Khususnya  kepada siswa lainnya. Kami khawatir dengan dengan kejadian di sekolah tersebut akan berdampk kepada para pelajar lainnya,” katanya.

Bahkan melalui program polisi sahabat anak, kata Kapolres Sukabumi,  para personil tidak hanya memberikan pendidikan keselamatan berlalu-lintas kepada anak-anak. Tapi mengemas kegiatannya secara edukatif. “Langkah ini diharapkan dapat segera  menghilangkan rasa trauma dan beban psikologis atas peristiwa yang terjadi di sekolah mereka,” katanya.

M Syahduddi  mengatakan, bila  tidak segera dilakukan trumatic healing dikhawatirkan  persistiwa SR akan membekas di setiap benak rekan-rekannya.

Kondisi ini dikhawatirkan berdmapak terhada pola hidup para pelajar disana. “Sebagai tanggungjawab moral atas kasus tersebut, maka kami  memberikan pendampingan agar anak-anak tak memiliki beban psikologis,” katanya.***

Bagikan: