Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Cerah berawan, 21 ° C

Dari Kampung Bendera, Merah Putih Berkibar di Penjuru Tanah Air

Nurhandoko

CIAMIS,(PR).- Bukan tidak mungkin bendera merah putih, umbul-umbul atau backdrop merah putih yang dipasang di berbagai tempat Indonesia, berasal dari Ciamis. Ada satu kampung yang hampir semua penduduknya menjadi perajin bendera. Tempat itu berada di di Dusun Ranjirata, Desa Cimari, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis. Saking banyaknya produsen bendera di sana maka tempat itu banyak disebut sebagai Kampung Bendera.

Kampung itu itu lokasinya hanya sekitar 5 kilometer dari pusat Kota Ciamis arah Tasikmalaya. Terletak di belakang Balai Desa Cimari, ratusan penduduknya berkecimpung dalam usaha bendera. Mereka menjadi bandar, tukang menjahit, termasuk menjajakannya di tepi jalan di banyak sekali tempat.

Memasuki wilayah tersebut memang tidak berbeda dengan kampung lain. Tidak diketahui pasti, mulai kapan diawalinya pembuatan bendera di Kampung Bendera itu. Tak sedikit, di antara para perajin mengaku meneruskan usaha orangtuanya. "Saya baru menggeluti usaha bendera sejak 20 tahun lalu, menerusakan usaha orangtua. Sejak kecil saya juga ikut membantu orangtua membuat bendera," ungkap Suryaman, pengusaha bendera di sana.

Istrinya, Ny. Yati, tampak sibuk mengerjakan aksesori bendera dengan kakaknya. Menurut Suryaman, awal menjalakan usahanya hanya membuat bendera merah putih. Namun, lambat laun pesanannya bertambah dengan membuat umbul-umbul yang didominasi warna merah putih.

"Selain bendera dan umbul-umbul, juga ada backdrop. Warna umbul-umbul juga lebih bervariasi. Modelnya tidak hanya lurus akan tetapi juga bergerigi. Lebih semarak," ujar Suryaman.

Dia mengatakan, ukuran bendara yang diproduksinya mulai dari yang terkecil 90x60 cm, 105x70 cm, hingga terbesar berukuran 180x120 cm. "Kalau umbul-umbul dan backdrop banyak dicari ada yang ada gambar burung Garudanya. Pesanan tidak hanya di Pulau Jawa tapi juga hingga ke Bali," ungkapnya.

Kampung Bendera dan semangat nasionalisme



Aktivitas Kampung Bendera membuat merah putih berlangsung sepanjang waktu. Pesanan selalu saja ada. Memang, menjelang dan saat Agustus, pesanan meningkat tajam.

"Sejak Januari sudah ada persiapan. Puncak pengerjaannya pada bulan Juni. Untuk memenuhi pesanan dan siap kirim sebelum Agustus. Sekarang memang masih ada pekerjaan tetapi relaif sedikit, misalnya melengkapi aksesori saja," tutur Suryaman.

Bahan baku membuat bendera dan lainnya, biasanya dibeli dari Tasikmalaya. Untuk tahun ini saja, Suryaman telah menghabiskan 700 gulung kain tetoron warna merah dan putih untuk bahan bakunya. Selain itu untuk umbul-umbul sebanyak 200.000 yard kain. Hal itu belum termasuk pita serta berbagai pernak-pernik untuk bahan aksesori.

Perajin bendera di Kampung Bendera Cimari berharap, tahun ini penjualan bendera merah putih semakin meningkat. Salah satu alasannya karena belakangan ini semakin digencarkan semangat nasionalisme, terutama menjelang Proklamasi kemerdekaan RI.***

Bagikan: