Pikiran Rakyat
USD Jual 14.007,00 Beli 14.105,00 | Umumnya berawan, 27.3 ° C

Pelaku Pembunuhan Sadis Purbaratu Divonis 10 Tahun Penjara

HAKIM Guse Prayudi membacakan putusan sidang terhadap kasus pembunuhan terhadap WP (10) dan kasus kekerasan mengakibatkan luka berat kepada ID (11) yang dilakukan oleh RA (16) di Pengadilan Negeri Tasikmalaya, Kamis, 3 Agustus 2017. RA dijatuhi hukuman penjara 10 tahun dan pidana pelatihan kerja 1 tahun.*
HAKIM Guse Prayudi membacakan putusan sidang terhadap kasus pembunuhan terhadap WP (10) dan kasus kekerasan mengakibatkan luka berat kepada ID (11) yang dilakukan oleh RA (16) di Pengadilan Negeri Tasikmalaya, Kamis, 3 Agustus 2017. RA dijatuhi hukuman penjara 10 tahun dan pidana pelatihan kerja 1 tahun.*

TASIKMALAYA,(PR).-  RA (16) dijatuhi hukuman 10 tahun dengan pelatihan kerja selama 1 tahun. Keputusan tersebut dibacakan Hakim Pengadilan Negeri Tasikmalaya Guse Prayudi didampingi Panitera pengganti Amat Permana dalam sidang putusan  kasus pembunuhan terhadap WP (10) dan kekerasan hingga mengakibatkan luka berat terhadap ID (11) di Kampung Daleum, Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, di Pengadilan Negeri Tasikmalaya, Kamis, 3 Agustus 2017.

Sidang putusan digelar pukul 11.00 WIB secara terbuka. Dari pantauan "PR", ratusan polisi sudah berjaga sejak pagi untuk mengamankan sidang tersebut lantaran ratusan warga dari Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Purbaratu juga turut hadir untuk mendengarkan hasil putusan sidang.

Tepat pukul 11.00, RA memasuki ruang sidang dengan penjagaan ketat polisi. RA yang hadir dengan balutan kaos putih celana biru lengkap dengan masker juga didampingi penasihat hukum Teten Suherlan Usudin dan Ai Aisyah serta kedua orang tuanya. Hadir pula orang tua korban WP dan ID.

Dalam sidang tersebut, Hakim Guse Prayudi menyatakan RA telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan pembunuhan berencana dan melakukan tindak pidana melakukan kekerasan terhadap anak yang berakibat luka berat. 

"Mengadili dan menyatakan RA telah terbukti bersalah, dan menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 10 tahun. Dan menjatuhkan pula pidana pelatihan kerja. Membebankan kepada anak untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp 2.500," tutur Guse dihadapan warga yang hadir dalam persidangan. 

Guse menuturkan, vonis tersebut dijatuhkan dengan memperhatikan pasal 340 KUHP Jo. Pasal 81 ayat 6 UU RI nomor 11 tahun 2012 tentang. Sistem peradilan pidana anak, dan pasal 80 ayat 2 UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana diubah dengan UU RI nomor 35 tahun 2014. 

"Meskipun dalam perkara pelaku terkualifikasi sebagai pelaku dengan perbuatan keji dan di luar batas, akan tetapi hukum mengatur anak tidak dapat dijatuhi pidana mati. Pidana yang dijatuhkan sudah memperhatikan kepentingan korban, kepentingan anak. Meskipun pada akhirnya putusan ini kemungkinan tidak memuaskan semua pihak," kata Guse. 

Tak puas



Ayah korban WP, Hendrik yang hadir dalam persidangan hanya bisa menangis, bahkan pingsan setelah mendengarkan putusan tersebut. Hendrik kemudian langsung diamankan anggota kepolisian untuk mendapatkan perawatan intensif. 

Warga Kelurahan Sukaasih yang tidak diperbolehkan masuk ke ruangan sidang utama juga berkali-kali berkata lantang. Mereka tak puas dengan hasil putusan tersebut. 

Perwakilan warga Kampung Sukabetah, Kelurahan Sukaasih, Ade Suminar mewakili keluarga korban dan masyarakat Sukaasih menyatakan menolak keputusan tersebut. Ade berharap sistem peradilan anak dapat dievaluasi karena pelaku telah membunuh anak secara keji. 

"Dari awal sidang kami sudah menolak dan kecewa dengan hasil ini. Kami minta pemerintah bisa mempertimbangkan lagi hasil putusan ini. Nyawa harus dibayar nyawa," kata Ade.*** 

Bagikan: