Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Sebagian cerah, 28.5 ° C

Antisipasi Serangan Teror, Polresta Depok Siapkan Skenario di Polsek-polsek

Bambang Arifianto
Pelaku serangan teror dilumpuhkan polisi dalam simulasi aksi teror di Mapolsek Beji, Kota Depok, Sabtu 1 Juli 2017. Polresta Depok serta jajaran Polsek-Polseknya menggelar simulasi guna mengantisipasi antisipasi serangan teror.*
Pelaku serangan teror dilumpuhkan polisi dalam simulasi aksi teror di Mapolsek Beji, Kota Depok, Sabtu 1 Juli 2017. Polresta Depok serta jajaran Polsek-Polseknya menggelar simulasi guna mengantisipasi antisipasi serangan teror.*

DEPOK, (PR).- Guna mengantisipasi serangan teror, Polresta Depok‎ terus meningkatkan kewaspadaannya. Simulasi antisipasi serangan pun digelar di tingkatan Polres hingga tingkat kepolisian sektor (polsek) di Depok.

Kepala Subbagian Humas Polresta Depok Rahmaningtyas menuturkan, empat Polsek di wilayah hukum Polresta Depok telah melaksanakan latihan antisipasi teror tersebut. Keempatnya adalah Polsek Pancoran Mas, Cimanggis, Beji, dan Bojonggede.

Simulasi dilakukan guna mengantisipasi serangan ke markas masing-masing polsek dengan menyasar anggota yang sedang bertugas. Semua skenario penyerangan baik menggunakan senjata tajam hingga bom molotov disimulasikan di markas Polsek.

Sistem keamanan di markas kepolisian ‎juga menjadi fokus kepolisian dalam menghadapi kemungkinan aksi teror. "Meningkatkan kewaspadaan di Mako kepolisian, termasuk juga mengoptimalkan sistim penunjang lainnya," ucap Rahma, Minggu 2 Juli 2017.

Optimalisasi dilakukan terhadap perangkat keamanan seperti lampu penerangan, kamera pengawas atau CCTV, portal dan tombol alarm. Polisi, tutur Rahma, terus mengasah kemampuannya dalam bela diri, menembak.

Berbagai skenario disimulasikan



Sikap waspada, lanjut Rahma, mesti diperlihatkan pula saat anggota Korps Bhayangkara yang berseragam sedang bertugas maupun tidak. Begitu juga ketika anggota berseragam itu berada di tempat umum atau lokasi ibadah. Latihan dan simulasi antisipasi teror pun telah dilakukan Polresta Depok pada Kamis 29 Juni 2017.



Simulasi dilakukan di tiga tempat yakni‎ pos penjagaan Mako Polresta Depok, pos pengamanan Mall Ramayana Depok serta pelayanan Bogor 8 Exit Tol Cijago. Berbagai skenario penyerangan yang berbeda disimulasikan petugas. Skenario tersebut berupa‎ penyerangan petugas penjagaan pada saat dilakukan penggeledahan di pintu masuk Polresta Depok serta penabrakan polisi lalu lintas yang sedang mengatur arus lalu lintas di jalan raya.

Selain itu, ada pula pelemparan‎ bom molotov ke pos polisi yang ditempati anggota yang sedang berjaga. Polisi turut berlatih menggunakan aplikasi Halopolisi dan Panic Button saat mendapat serangan teror.‎

"Melalui latihan simulasi yang melibatkan 70 orang anggota ini, diharapkan anggota dapat meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat berupa penyerangan," kata Wakil Kepala Polres Kota Depok Faizal Ramadhani. Kemampuan anggota Polresta Depok diharapkan meningkat dan cekatan ketika menyergap, melumpuhkan dan menangkap pelaku teror.***

Bagikan: