Pikiran Rakyat
USD Jual 14.619,00 Beli 14.521,00 | Berawan, 22.6 ° C

Dibuka, 81 Kursi Lowongan untuk Anggota Panwaslu

Novianti Nurulliah

BANDUNG, (PR).- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat membuka pendaftaran bagi masyarakat untuk menjadi calon anggota panwaslu (panitia pengawas pemilihan umum). Mereka yang memenuhi syarat akan menjadi panwas di tiga kegiatan pemilu 2018 hingga 2019.

Ketiga kegiatan itu meliputi pilkada di 16 kota dan kabupaten temasuk pilgub, pemilihan presiden‎, dan pemilihan legislatif. Bawaslu membutuhkan 81 personel panwaslu itu untuk ditempatkan di 27 kota dan kabupaten di Jabar.

Ketua Bawaslu Jabar Harminus Koto menuturkan, saat ini mereka sudah rampung membentuk tim seleksi untuk merekrut atau menjaring pelamar calon panitia panwas. Tim seleksi terdiri dari 10 orang yang dibagi dalam 2 kelompok yang akan bekerja selama 2 bulan ke depan.

Adapun kedua tim panitia seleksi tersebut didominasi oleh akademisi maupun praktisi pemilu yang akan bekerja secara indipenden. Pengamat politik dari Unpad, Muradi, adalah salah satu ketua kelompok tim seleksi.

"Mereka mulai bekerja seiring dengan pembukaan pendaftaran telah resmi kami buka yang bisa di cek di website kami mapun media sosial resmi Bawaslu," ujar Harminus ketika ditemui di kantornya, Jalan Turangga, Kota Bandung, Jumat 9 Juni 2017.

Menurut dia, Bawaslu membentuk dua tim seleksi karena jumlah perekrutan pada pemilu tahun depan nanti lebih banyak dari sebelumnya. "Besok kerja, hari ini SK untuk 10 orang sudah terbit," kata dia.

Proses seleksi anggota panwaslu



Menurut dia, tim seleksi harus mendapatkan 162 orang yang nantinya akan dites kelayakan dan kepatutan dari Bawaslu Jabar. Dari jumlah itu kemudian akan kembali disaring menjadi 81 orang pada akhir Juli 2017 nanti. Pengumuman akan dilakukan pada pekan kedua Agustus 2017.

"Sebelumnya ada tangggapan masyarakat, tes tertulis, dan wawancara peserta seleksi," kata dia.

Harminus‎ mengharapkan, nanti para calon panwas yang lolos memiliki integritas tinggi dan berkapasitas kepemiluan yang baik dan cukup. Mereka diharapkan bisa menangani sengketa pemilu dan bisa mengawasi pengawasan pemilu di tiga kepemiluan tadi. Selain itu, mereka yang terpilih dituntut memiliki mentalitas yang tinggi.

"Mampu menahan godaan. Mampu kerja sama dengan timnya," kata dia.

Harminus menambahkan, pada pengalaman perekrutan panitia seleksi pilkada serentak lalu di Jabar, mereka menilai telah sukses merekrut sumber daya manusia yang cukup baik. Namun, pada perekrutan kali ini mereka harus meningkatkan kapasitas SDM panwas tersebut. Begitupula dengan integritas dan standar kapasitasnya ditingkatkan karena panwas kali ini harus mengawasi tiga pemilu.***

Bagikan: