Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Umumnya berawan, 21.9 ° C

#KlipingPR Harta Karun di Tumaritis

7 Juni 1983. Di daerah Kampung Tumaritis, Kabupaten Garut, warga pernah digemparkan dengan kabar adanya harta terpendam milik Belanda. Kabar tersebut tercium oleh penduduk dari luar Kampung Tumaritis, yang berbondong-bondong melakukan pencarian harta karun tersebut.

Pada harian umum Pikiran Rakyat edisi 7 Juni 1983, diberitakan bahwa setidaknya sekitar 20 warga melakukan penggalian di sekitar kawasan perkebunan PTP XIII Papandayan. Di kawasan tersebut ditemukan bekas-bekas galian besar-besaran.

Dilaporkan, setiap jengkal tanah porak poranda, batu-batu besar jungkir balik, bahkan beberapa batang pohon roboh karena dibongkar akarnya.

Beberapa warga Kampung Tumaritis mengatakan, sekitar seminggu yang lalu sebanyak 20 orang datang dengan mengendarai truk. Mereka melakukan penggalian selama sehari suntuk, namun tidak membuahkan hasil apapun.

Dari keterangan yang dihimpun, kabar mengenai keberadaan harta karun di Kampung Tumaritis telah beredar di kalangan masyarakat sejak lama. Kisah tentang harta terpendam milik pemerintah kolonial Belanda yang dipercayakan kepada seorang administratur perkebunan teh Papandayan untuk diamankan.

Harta tersebut kemudian dipendam di lokasi sekitar gua 'Si Bujang'. Yakni gua besar di air terjun Ciherang yang dihuni oleh ular besar bernama 'Si Bujang'.

Cuma dongeng



"Kata orang-orang tua, tempat penguburan harta itu ditandai dengan patok besi sebatas permukaan tanah. tapi itu cuma dongeng, tidak perlu diyakini kebenarannya. Kalau ular 'Si Bujang' yang tinggal di gua, memang benar pernah ada. Bahkan goa tersebut dulu ditembok dan diberi ram kawat segala macam," ujar Darta, salah seorang warga Tumaritis kala itu.

Beberapa kalangan menyarankan, jika benar usaha penggalian liar tersebut berlangsung dan bahkan kemungkinan terus berlangsung maka pihak berwajib sebaiknya segera turun tangan. Hal tersebut diperlukan agar menghindari hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, di sekitar tempat penggalian tersebut terdapat berbagai macam flora langka. Antara lain jenis rumput berbau anyir darah. ***

Bagikan: