Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sedikit awan, 23.3 ° C

Bayi Perempuan Ditemukan di Depan Kios Beras

Nuryaman
KONDISI bayi yang ditemukan di depan kios beras di Kecamatan/Kabupaten Kuningan, Selasa 6 Juni 2017 dini hari.
KONDISI bayi yang ditemukan di depan kios beras di Kecamatan/Kabupaten Kuningan, Selasa 6 Juni 2017 dini hari.

KUNINGAN, (PR).- Warga Desa Kasturi, Kecamatan/Kabupaten Kuningan, digegerkan dengan pemenuan bayi perempuan yang tergeletak di depan pintu kios beras, Selasa 6 Juni 2017 dini hari.

Euis Aisah (42), pemilik kios beras menjadi orang pertama yang menemukan bayi tersebut. Dia menuturkan, malam tersebut dia dibangunkan oleh adiknya yang mengaku mendengar tangisan bayi.

“Adik saya memberitahu saya, bahwa di luar dirinya mendengar ada suara tangisan bayi,” tutur Euis. Dia pun menunjukkan titik lokasi ditemukannya  bayi malang tersebut.

Euis mengatakan, ketika ditemukan, bayi itu sedang menangis. Posisinya terlentang di tanah hanya beralaskan sehelai kain parnel dan kain selimut  yang dalam kondisi terbuka. “Selebihnya hanya dilindungi ciput tutup kepala, sarung tangan, baju, dan popok,” tutur Euis.

Warga setempat menduga bayi itu sengaja dibuang orangtuanya. Namun sejauh ini warga maupun petugas dari Kepolisian Sektor Kuningan, belum mendapat gambaran asal-usul  bayi tersebut.

Dirawat sementara



Berdasarkan pemeriksaan bidan desa setempat, bayi itu diperkirakan baru berusia dua atau tiga hari. Itu diketahui salah satunya dari sisa potongan tali ari-arinya nya yang masih melekat kuat di pusar.

Untuk sementara, bayi tersebut dirawat oleh pemilik kios beras. Hal ini juga dilakukan berdasarkan persetujuan pemerintah desa dan kepolisian. Tidak menutup kemungkinan, untuk selanjutnya keluarga Euis juga mengadopsinya. 

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Kuningan, Ujang Saputra menyebut, kasus ini masih dalam proses penyelidikan di tingkat Polsek Kuningan.

Sementara itu, menyusul tersiarnya informasi ini, sejak Selasa pagi rumah Euis nyaris tak henti-hentinya didatangi masyarakat yang penasaran ingin melihat bayi tersebut. Bayi itu secara visual terlihat sehat dan segar. Dia pun sudah menyukai susu seduh sebagai pengganti air susu ibunya.***

Bagikan: