Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 28 ° C

#KlipingPR Empat Roket Meluncur dari Garut, Langsung Menghilang

Arie C. Meliala

2 Juni 2005. Mendengar kata roket, pikiran banyak orang seringkali tertuju pada negara-negara adikuasa yang gemar meluncurkan serangan roket. Namun, empat roket meluncur dari Pantai Cilauteureun Cikelet Garut selatan ini, bukan untuk mencelakakan lawan apalagi membunuh orang. Hanya saja, peluncuran ini memang persis seperti adegan di televisi saat penonton menyaksikan peluncuran pesawat ulang alik di luar negeri.

Salah satu wartawan Pikiran Rakyat, Deni Yudiawan, 12 tahun silam memberitakan peluncuran roket ilmiah yang diujicobakan dengan mulus oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) di Instalasi Uji Terbang Roket, Cilauteureun.

Ukuran roket yang diluncurkan ini kira-kira sebesar batang kelapa. Peluncuran roket dilakukan 1 Juni 2005 dan masih ada lagi uji terbang terhadap lima roket lainnya 2 Juni 2005.

Roket yang diluncurkan 1 Juni, pertama roket RX 1110. Roket ini berdiameter 115 mm dan langsung melesat sangat cepat dan menghilang dari pandangan. Roket kedua dengan jenis RX 2728 diluncurkan dengan penekanan tombol peluncuran oleh Wakil Gubernur Jabar waktu itu Nu'man Abdul Hakim. Roket kedua tersebut, roket terbesar yang diluncurkan pada uji coba waktu itu. Diameternya 267 mm, meluncur dengan ketinggian 21,3 km, dan memiliki jangkauan hingga 46,3 km. 

Roket ini adalah salah satu varian dari roket RX 250 dengan tabung motor generasi pertama. Tujuan dari uji terbang ini untuk mengetahui unjuk kerja roket tersebut.

Dua buah roket selanjutnya yang diuji terbang, berjenis RX 1512 dan RX 70. Roket generasi ketiga jenis RX 2428 yang baru pertama kali diuji coba diluncurkan 2 Juni 2005 dengan empat roket lainnya.

Buatan Indonesia



Deputi Bidang Dirgantara Lapan Agus Muryanto pada sela-sela uji coba roket mengatakan sembilan roket yang diujicobakan ini murni buatan Indonesia dari Pusat Teknologi Wahana Dirgantara Lapan di Rumpin Bogor. Roket ini dibawa ke Cilauteureun untuk diluncurkan. 

Hanya saja, Indonesia masih bergantung pada pihak luar negeri yang telah mampu memproduksi salah satu komponen sebagai pembentuk propelan. Propelan sendiri merupakan bahan bakar padat roket tersebut.

"Hingga 2010 ini Lapan tengah mencoba untuk mengembangkan roket jelajah berjarak 300 km. Sementara pengembangan roket selanjutnya akan membidik roket kendali," kata Agus. Menurut dia, roket jenis RX 2728 dan RX 2428 adalah cikal bakal pengembangan roket jelajah, sementara roket RX 1110 diproyeksikan untuk roket kendali.

Terpicu embargo



Sekretaris Utama Lapan Wisjnu P. Marsis mengatakan peluncuran ini sangat terpacu desakan Wagub Jabar dua tahun lalu yang mempertanyakan sejauh mana keseriusan Lapan dalam pengembangan teknologi di Garut selatan. Wisjnu mengakui, pengembangan teknologi roket oleh Lapan mulai bergairah sejak tiga tahun lalu, utamanya sejak embargo peralatan militer oleh negara adi kuasa.

"Terdapat suatu hikmah di balik embargo tersebut. Kita menjadi lebih terpacu untuk mengembangkan teknologi dengan berbagai upaya kita sendiri," tegas Wisjnu.

Uji coba peluncuran sejumlah roket buatan Lapan ini disambut baik oleh Wagub Jabar, Nu'man Abdul Hakim. Menurutnya, Pemerintah Jabar sangat mendukung upaya Lapan dalam pengembangan teknologi roket di Indonesia. Posisi Lapan, tutur Nu'man, juga memiliki nilai strategis dari segi teritorial Indonesia dalam hal pertahanan keamanan.

"Pameungpeuk dan Jabar selatan layaknya daerah tak bertuan. Keberadaan Lapan di Cikelet sebagai aset nasional harus memberikan manfaat lebih dan harus melakukan sesuatu untuk ilmu pengetahuan dan pertahanan," ujar Nu'man. Melalui uji coba peluncuran roket ini, Nu'man berharap dapat kembali membangkitkan Indonesia dalam kancah iptek dan hankam seperti layaknya PT Pindad maupun PT Dirgantara Indonesia.

Orang-orang yang kala itu menyaksikan peluncuran ini bisa tersenyum manis bahkan bangga. Tentu saja tidak ada yang kesakitan atau terbunuh roket. Anak-anak yang ikut menyaksikan pun bangga bahkan bercita-cita menjadi ahli roket.***

Bagikan: