Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 27.9 ° C

Rp 175,1 Miliar untuk Pengentasan Kemiskinan di Ciamis

Nurhandoko
MENTERI Sosial Khofifah Indar Parawansa, didampingi Bupati Ciamis Iing Syam Arifin, dan Direktur Government and Institutional Banking Bank Mandiri Kartini Sally menyerahkan Bantuan Sosial Non Tunai pada kegiatan penyerahan Bansos Program Keluarga Harapan (PKH) melalui agen Bank Mandiri, di Pendopo Kabupaten Ciamis, Jalan Jenderal Sudirman, Senin, 1 Mei 2017. Sebanyak 350 dari 27.799 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Kabupaten Ciamis, menghadiri acara penyerahan bantuan tersebut.*
MENTERI Sosial Khofifah Indar Parawansa, didampingi Bupati Ciamis Iing Syam Arifin, dan Direktur Government and Institutional Banking Bank Mandiri Kartini Sally menyerahkan Bantuan Sosial Non Tunai pada kegiatan penyerahan Bansos Program Keluarga Harapan (PKH) melalui agen Bank Mandiri, di Pendopo Kabupaten Ciamis, Jalan Jenderal Sudirman, Senin, 1 Mei 2017. Sebanyak 350 dari 27.799 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Kabupaten Ciamis, menghadiri acara penyerahan bantuan tersebut.*

CIAMIS,(PR).- Kementerian Sosial Republik Indonesia mengucurkan anggaran sebesar  Rp 175,1 miliar untuk program mengentaskan kemiskinan dan mensejahterakan masyarakat di Kabupaten Ciamis. Anggaran tersebut  terdiri dari  beberapa program bantuan yang diluncurkan oleh Pemerintah Pusat.

Di antaranya  Program Keluarga Harapan (PKH) Ciamis mencapai 27.799 Keluarga Penerima Manfaat, dengan total anggaran  Rp 50 miliar lebih. Selain itu untuk beras rasta atau raskin sebesar Rp116,5 miliar,  serta Kelompok Usaha Bersama (Kube) sebanyak 400 kelompok dengan anggaran sekitar Rp 8 miliar dan beberapa program lainnya.

Penyaluran Bantuan Sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) untuk tahap pertama rekening Bank Mandiri langsung diserahkan oleh Menteri Sosial  Khofifah Indar Parawansa, Senin, 1 Mei 2017 di Pendopo Kabupaten Ciamis. Ikut mendampingi penyerahan Bupati Ciamis Iing Syam Arifin. 

Khofifah Indar Parawansa mengatakan bantuan non tunai PKH ini harus digunakan untuk keperluan dan biaya anak sekolah. Jangan digunakan untuk apapun. Hal ini sesuai dengan instruksi dari Presiden Joko Widodo.

"Apabila digunakan untuk keperluan lain,  kartunya akan dicabut. Tetapi saya percaya kepada warga Ciamis ini amanah menggunakan uang sebagaimana peruntukannya," jelasnya.

Pencairan bantuan PKH, direncanakan berlangsung pada bulan puasa, atau sekitar bulan Juni. kondisinya menghadapi Hari Raya Idul Fitri, dimana kebutuhan dan keperluan menghadapi lebaran meningkat. Namun demikian dia kembali menegaskan bantuan tersebut tetap digunakan untuk keperluan sekolah anak dan tidak dibelanjakan untuk keperluan lebaran.

"Saya senang melihat warga Ciamis ini bahagia, apalagi setelah menerima pencairan. Mudah-mudahan bisa tetap bahagia dan anak-anak Ciamis kedepan bisa terus berprestasi," katanya. 

Sementara itu dalam kunjungannya ke wilayah Tasikmalaya, Ketua Umum PP (PP) Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa juga menghadiri perayaan Hari lahir Muslimat NU ke-71  mengatakan perbedaan yang ada ditengah-tengah umat hendaknya dimaknai sebagai rahmat dan anugerah. 

"Menyikapinya, bukan dengan cara memusuhi, namun dengan mengedepankan sikap toleransi dan saling menasehati. Bagi saya toleransi ini adalah keniscayaan, yang mana di dalamnya ada kesediaan diri dan kemampuan untuk memahami perbedaan sekaligus menghargai perbedaan tersebut," tutur Khofifah.  

Khofifah yang keempat kalinya menyandang Ketua Umum PP Muslimat NU juga meminta agar senantiasa munajatkan doa untuk bangsa agar terwujud suasana damai, harmoni, tenang dan aman.

"Mari kita ciptakan kedamaian, persaudaraan, persatuan dan ketenangan, bagi bangsa kita ," ungkapnya.

Salah satu cara yang bisa ditempuh untuk mewujudkan hal tersebut, lanjutnya,  adalah dengan memperbanyak kegiatan di masjid. Tujuannya, untuk memakmurkan dan menjaga kesucian masjid sebagai tempat beribadah yang mempersatukan ummat agar beribadah lebih khusyuk. Bukan menjadikan masjid sebagai tempat menebar pesan permusuhan dan kebencian terhadap umat manusia lain.

Khofifah mengatakan, menjaga NKRI adalah kewajiban setiap warga negara yang harus dimulai dengan komitmen yang kuat, pikiran yang teguh dan tindakan nyata.

“Sebagai umat Islam kita harus sadar bahwa beribadah tidak akan tenang kalau negara kita tidak aman. Ini patut menjadi refleksi bersama,” kata Khofifah.***

Bagikan: