Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 29 ° C

Informan Jaringan Narkoba, Alasan Tersangka Bunuh dan Buang Mayat ke Ciliwung

Bambang Arifianto
TERSANGKA pembunuhan informan jaringan narkoba dan barang bukti pembunuhan diperlihatkan di Mapolresta Depok, Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Senin 17 April 2017. Ketiga tersangka dicokok karena dugaan membunuh Wahyudi, warga Citeureup, Kabupaten Bogor yang mayatnya dibuang ke Sungai Ciliwung.*
TERSANGKA pembunuhan informan jaringan narkoba dan barang bukti pembunuhan diperlihatkan di Mapolresta Depok, Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Senin 17 April 2017. Ketiga tersangka dicokok karena dugaan membunuh Wahyudi, warga Citeureup, Kabupaten Bogor yang mayatnya dibuang ke Sungai Ciliwung.*
DEPOK, (PR).- Aparat Kepolisian Resort Kota Depok menangkap tiga tersangka pembunuh Wahyudi (30), warga Citeureup, Kabupaten Bogor yang mayatnya dibuang ke Sungai Ciliwung. Korban dihabisi karena diduga kerap membocorkan identitas jaringan pengedar sabu sehingga tertangkap polisi.

"Kemarin (Minggu 16 April 2017) Satreskrim (Satuan Reserse Kriminal) Polresta Depok mengamankan tiga tersangka kasus pembunuhan dengan korban Wahyudi yang ditemukan (tewas) akhir Maret," kata Wakil Kepala Polresta Depok Faizal Ramadhani di Mapolresta Depok, Jalan Margonda Raya, Senin 17 April 2017.

Ketiga tersangka tersebut adalah Muhamad Ibrahim alias Baim (23), Sulaeman alias Eman (30), Rudia Setiawan alias Katek (22). Baim dicokok di wilayah Cianjur sedangkan Eman dan Katek di Citeureup.

Korban dan tersangka, tutur Faizal, diduga sama-sama menjadi pengedar narkoba. ‎"Korban ini, menurut para pelaku sering memberikan informasi kepada kepolisian sehingga banyak dari teman -teman mereka ini tertangkap," ucap Faizal.

Akibatnya, ketiga tersangka dendam dan berniat menghabisi nyawa korban. Korban pun dipancing agar mendatangi para tersangka di daerah Bojong (kawasan perbatasan Kabupaten Bogor dan Kota Depok) yang dekat Sungai Ciliwung.

‎"Mereka mempersiapkan benar, mulai dari skenario untuk memancing pada suatu tempat kemudian siapa melakukan apa, sudah di diperhitungkan oleh mereka," ujar Faizal.

Tersangka juga membawa balok kayu saat bertemu korban. Korban akhirnya meregang nyawa setelah kepalanya dipukul menggunakan balok kayu. Tersangka menyatakan, aksi pemukulan yang berujung pembunah itu terjadi pada Senin 27 Maret 2017.

Masing-masing tersangka, tutur Faizal, memukul kepala korban dua kali. Setelah tak bernyawa, korban dibuang ke Sungai Ciliwung hingga mayatnya ditemukan warga pada Rabu 29 Maret 2017. Guna mengelabui, tersangka mengirimkan pesan singkat ke telefon genggam keluarga korban.

"Mereka membuat kamuflase dengan mengirim SMS (kepada) keluarga korban bahwa korban tersebut dikepung (polisi) di daerah yang lain, daerah Sawangan," kata Faizal.

Kamuflase dilakukan tersangka guna menghilangkan jejak perbuatannya. Keluarga korban pun dianggap bakal mengira Wahyudi menjadi korban dalam pengepungan tersebut.

Atas perbuatannya, Korps Bhayangkara Depok menjerat ketiga tersangka dengan pasal pidana pembunuhan berencana. "Pasal 340 dan atau 338 (KUHP), ancamannya maksimal 20 tahun (penjara)," ujar Faizal terkait pasal yang disangkakan.

Dia menambahkan, para tersangka merupakan resedivisi tindak pidana narkoba. "Catatan dari kami, memang sudah beberapa kali mereka tertangkap dalam perkara narkoba," ujarnya.

Kedekatan tersangka juga dimulai saat mereka sama-sama mendekam di penjara. ‎"Mereka awalnya sama-sama resedivis narkoba kemudian berteman dekat pada saat di LP (lembaga permasyarakatan) dan itu membuat mereka membangun jaringan baru dan ketika keluar sama-sama melakukan peredaran narkoba," ucap Faizal.

Mengenai jaringan narkoba itu, polisi masih mendalaminya. Demikian pula dengan tuduhan tersangka bahwa korban merupakan pengedar narkoba jenis sabu.***
Bagikan: