Pikiran Rakyat
USD Jual 14.538,00 Beli 14.440,00 | Cerah berawan, 25.6 ° C

Mayat di Sungai Ciliwung Dipastikan Korban Aniaya

Bambang Arifianto
Kepala Sub Bagian Humas Polresta Depok Firdaus memperlihatkan foto identitas mayat misterius yang mengambang di Sungai Ciliwung di Mapolresta Depok, Jalan Margonda Raya, Selasa, 11 April 2017 lalu. Identitas mayat adalah Wahyudi  (30), warga Citereup, Bogor.*
Kepala Sub Bagian Humas Polresta Depok Firdaus memperlihatkan foto identitas mayat misterius yang mengambang di Sungai Ciliwung di Mapolresta Depok, Jalan Margonda Raya, Selasa, 11 April 2017 lalu. Identitas mayat adalah Wahyudi (30), warga Citereup, Bogor.*

DEPOK, (PR).- Polisi memastikan tewasnya Wahyudi (30), warga Citeureup, Kabupaten Bogor yang ditemukan mengambang di Sungai Ciliwung karena penganiayaan. Korps Bhayangkara Kota Depok pun terus memburu tiga pelaku yang diduga menghabisi nyawa korban.

"Hasil otopsi ada resapan darah di kepala korban, diduga ada kekerasan (menggunakan benda) tumpul," kata Wakil Kepala Polres Kota Depok Faizal Ramadhani di Mapolresta Depok, Rabu, 12 April 2017. 

Tiga terduga pelaku tersebut berinisial E, K, B. Mereka diduga berumur 25 - 30 tahun. Ketiganya merupakan teman korban yang sama - sama bermukim di wilayah Citeureup. Dugaan keterlibatan pelaku mengemuka saat aparat Polresta Depok mendatangi kediaman Wahyudi‎ di Jl KH Natsir, Kampung Lemper, Citeureup. 

"Kami lakukan penyelidikan mendalam, mendatangi keluarga dan teman," ucap Faizal. Penyelidikan dilakukan guna mengetahui komunikasi terakhir korban dengan siapa dan mencari kemungkinan dirinya memiliki musuh. 

"Komunikasi terakhir (korban) dengan tiga orang ini," tuturnya. Gelagat ketiganya pun mencurigakan. Soalnya, mereka juga menghilang saat polisi mencarinya. Tak ayal, Polresta Depok pun melakukan pengejara atas ketiga terduga tersebut.

Identitas Wahyudi terkuak setelah Polresta Depok melakuka otopsi jasad tanpa identitas yang ditemukan mengambang di Sungai Ciliwun, RT 4 RW 4, Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, pada Rabu, 29 Maret 2017 lalu. ‎ Jasad korban diperkirakan telah tewas lebih dari dua hari. 

Di tubuh koran ditemukan sejumlah luka lebam‎.‎  Jasad Wahyudi ditemukan oleh dua orang pemancing. Kondisi lokasi yang curam membuat polisi kesulitan mengevaluasi korban. Korps Bhayangkara pun melibatkan Tagana Depok.***

Bagikan: