Pikiran Rakyat
USD Jual 14.106,00 Beli 13.806,00 | Sebagian berawan, 22 ° C

Garut - Cianjur Terhubung Jembatan Rawayan

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar meninjau lokasi Rawayan atau jembatan gantung penghubung Kabupaten Garut dan Kabupaten Cianjur di atas Sungai Cilaki di Kampung Cipamalayan, Desa Cikarang, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Senin, 27 Maret 2017.
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar meninjau lokasi Rawayan atau jembatan gantung penghubung Kabupaten Garut dan Kabupaten Cianjur di atas Sungai Cilaki di Kampung Cipamalayan, Desa Cikarang, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Senin, 27 Maret 2017.
GARUT, (PR).- Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar meninjau lokasi Rawayan atau jembatan gantung penghubung Kabupaten Garut dan Kabupaten Cianjur di atas Sungai Cilaki di Kampung Cipamalayan, Desa Cikarang, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Senin, 27 Maret 2017. Jembatan tersebut menghubungkan dua kampung. Yaitu Kampung Cipamalayan, Desa Cikarang, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut dengan Kampung Ciseureuh, Desa Cimaragang, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur.

Jembatan tersebut merupakan sumbangan Vertival Rescue Indonesia untuk program 1.000 jembatan di Indonesia. Dengan panjang mencapai 100 meter, Rawayan ini adalah yang ke-19 dan akan ada lagi empat jembatan lainnya yang akan dibangun di atas Sungai Cilaki tersebut.

"Ini jembatan terpanjang, jadi istimewa jembatan ini. Biasanya di bawah 100 meter, dua tiang saja. Sekarang ini ada tiga tiang," tutur Deddy Mizwar, Senin, 27 Maret 2017.

Dia menuturkan, Rawayan tersebut sangat vital sebagai akses kegiatan masyarakat kedua kampung yang terpisahkan oleh Sungai Cilaki. dalam kunjungannya, Deddy pun sempat menyebrangi jembatan yang konstruksinya terbuat dari bambu, besi, serta kabel baja tersebut.

Aktivitas masyarakat menjadi terbantu dengan adanya jembatan ini, seperti kegiatan ekonomi dan pendidikan, meskipun dalam sekali jalan hanya dibolehkan tiga orang untuk pakai jembatan tersebut.

Salah satu orang warga mengatakan, pengiriman sebagian hasil kebun dan bertani - sebagai salah satu mata pencaharian masyarakat kedua kampung, distribusi pengirimannya untuk dijual di sekitar Desa Cikarang dan Desa Cimaragang sangat mengandalkan jembatan ini. Sebelumnya mereka hanya menggunakan rakit untuk melintasi Sungai Cilaki dengan tarif Rp 2.000,00 per satu kali jalan.

Selain itu, bagi anak sekolah masyarakat Desa Cimaragang jembatan ini sebagai akses mereka untuk berangkat ke sekolah. Karena akses ke sekolah di Desa Cimaragang jaraknya cukup jauh dibanding harus menyebrangi Sungai Cilaki ke Kecamatan Cisewu. Di Kecamatan Cisewu sendiri sekolah mulai dari tingkat TK hingga SMA/SMK tak jauh jaraknya bagi warga Desa Cimaragang di Kecamatan Cidaun.

Karena itu, Deddy berharap warga dari kedua desa dapat memelihara dengan baik jembatan tersebut. Demiz menambahkan jembatan ini bisa mempermudah akses anak-anak bersekolah dan memperlancar pasokan pangan bagi warga.

"Konsep jembatan ini bahu-membahu dengan masyarakat setempat, supaya apa? Supaya bapak/ibu disini bisa merawat ini. Sekarang kenapa jembatan ini dipakai bambu? Sebab disini banyak bambu. Jadi kalau bambunya itu rusak tinggal diganti, jadi bisa bertahan lama. Insya Allah," ujarnya.

Dalam program pembangunan 1.000 jembatan, Vertical Rescue Indonesia menargetkan bisa membangun 1.000 Rawayan di seluruh Indonesia. Rawayan ini akan bertambah karena Pemprov Jawa Barat pun tahun ini akan membangun sebanyak lebih kurang 600 Rawayan.

"Seribu jembatan dari Vertival Rescue, bisa setahun atau dua tahun. Yang penting mereka bisa membangun jembatan ini dan ini dana dari pemerintah, masyarakat, dan sebagainya," tutur Deddy Mizwar.

"Kalau dari pemerintah (Pemprov Jabar) dianggarakan Rp 25 Miliar untuk lebih kurang 600 (jembatan)," katanya. ***
Bagikan: